MAKASSAR, BKM — Di pengujung tahun, seluruh instansi pemerintah menggenjot kegiatan agar penyerapan anggaran bisa semaksimal mungkin. Ketika suatu instansi tidak memaksimalkan penggunaannya, maka sisa lebih anggaran akan dikembalikan lagi dalam bentuk sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa). Semakin besar dana yang tidak terpakai, kerap dijadikan indikator jika instansi terkait tidak maksimal dalam melaksanakan program yang telah direncanakan.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo sudah mewanti-wanti seluruh SKPD jauh hari sebelum batas waktu tutup anggaran untuk menggenjot penyelesaian program atau pekerjaan yang telah disusun dalam satu tahun kegiatan. Sehingga Desember ini menjadi saat untuk mengevaluasi kinerja instansi dalam hal penyerapan anggaran.
Secara umum, Syahrul mengaku cukup optimistis jika penyerapan anggaran, baik yang bersumber dari APBD maupun APBN bisa maksimal.
Malah dia mengklaim saat ini, penyerapannya sudah di atas 80 persen.
“Sekarang kami punya penyerapan anggaran sudah 80 persen. Dan 20 persen terakhir itu tinggal finalising. Tinggal tunggu penyerapan administrasi dan lainnya. Saya yakin masih mencapai di atas 90 persen. Provinsi yang besar seperti Sulsel itu normal,” ungkapnya kepada wartawan pekan lalu.
Namun, dia tidak menampik jika ada sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang penyerapan anggarannya masih rendah.
“Ini yang harus diwanti-wanti. Kalau ada saya marahi. Desember itu waktunya marah-marah semuanya,” jelas Syahrul.
Kegiatan yang kerap mengalami perlambatan biasanya berhubungan dengan pekerjaan fisik atau proyek.
Namun, Syahrul juga tidak mau sepenuhnya menyalahkan SKPD terkait.
Menurut orang nomor satu di Sulsel itu, secara umum memang terjadi perlambatan nasional. Banyak hal yang terkait kebijakan nasional tertunda sampai bulan lima.”Itu yang membuat semua program menjadi mundur,” jelasnya.
Menyikapi kondisi itu, tahun 2016 mendatang, Syahrul menerapkan strategi baru untuk meminimalisir keterlambatan pengerjaan proyek. Dia mengaku akan memaksakan tender langsung sudah dilaksanakan Januari. Jadi, kendati kendati kontraknya mundur, namun pelelangannya sudah bisa jalan.”Jadi kontraknya saja yang mundur tapi pelelangannya sudah bisa jalan. Seperti yang lalu juga,” jelasnya.
Dia berharap, dengan langkah-langkah antisipatif yang disiapkan, ke depan, penyerapan anggaran bisa lebih maksimal lagi dibanding tahun sebelumnya. (rhm/war/c)
Syahrul: Desember Waktunya Marah-marah
×

