MAKASSAR, BKM–Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mewisuda 2.827 alumni, terdiri 21 dokter, 124 magister, 2.682 program S1. Wisuda ke-58 ini berlangsung dua hari (19-20/12) dalam rapat senat terbuka luar biasa, di Balai Sidang Muktamar Unismuh.
Pejabat yang hadir selain Ketua Majelis Dikti PP Muhammadiyah, Prof Dr Abdul Hakim, juga hadir Gubernur Provinsi Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Agus Surya Bakti, Kapolda Sulselbar, Irjen Pol Pudji Hartanto, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto serta Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Koordinator Kopertais Wilayah VIII Sulawesi Maluku dan Papua, Ketua dan anggota BPH Unismuh Makassar, anggota senat Unismuh, dan cipitas akademika Unismuh Makassar.
Rektor Unismuh, Dr Irwan Akib, MPd mengatakan,lulusan Unismuh yang berprestasi cukup menggembirakan, dari 2827 yang diwisuda, terdapat 1.143 (40,43 persen) lulus dengan predikat cumlaode, 1.684 (sekitar 59, 57 persen) lulus dengan predikat sangat memuaskan, dengan rata-rata indek prestasi kumulatif 3,49. Pada umumnya lulus tepat waktu, yaitu antara 4 tahun sebanyak 930 orang, selebihnya 4 tahun 1 bulan sampai 5 tahun 6 bulan.
“Lulusan Unismuh dari tahun ke tahun tidak hanya dapat ditunjukkan dengan banyaknya mahasiswa yang diwisuda, tapi juga tergambar kwalitas luaran secara akademik yang dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Rektor menambahkan, selain terus berprestasi, lulusan Unismuh juga semakin berkualitas. Ini terinterkoneksi dengan langkah rekruitmen dosen baru melalui seleksi yang ketat dengan bekal awal keterampilan mengajar. Termasuk meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian, seperti membekali dosen dengan pengetahuan penulisan artikel pada jurnal internasional dan menulis buku.
Di samping itu, jelas rektor, pusat pengembangan pendidikan dan penjaminan mutu bersama secara berkala melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kualitas pembelajaran dan kwalitas penelitian dosen, sehingga semua aktivitas yang dilakukan dosen tidak hanya hadir secara kuantitas, tapi juga menunjukkan kualitas yang berarti.
Hal serupa dikemukakan Wali Kota Makassar, Moh Ramdan Pomanto. Menurutnya, pihaknya telah berkeliling dunia, dan saat ini dunia sudah berubah dengan mengandalkan teknologi.”Kita harus mengikuti perubahan itu,” jelas Danny sapaan akrab wali kota. Artinya, tambah Danny, para alumni Unismuh di Makassar setidaknya harus menyiapkan diri untuk menghadapi perubahan itu. Dalam hal ini senjata yang dipersiapkan melawan teknologi, kita harus punya sensor deteksi menjadi pangkal tolak memecahkan berbagai masalah yang kita hadapi, baik sebagai perseorangan maupun dalam ikatan lingkungan masyarakat yang luas, dan di situlah titik unggulan Unismuh.(zai/war)
Unismuh Makassar Wisuda 2827 Alumni
×

