MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, akan menggandeng Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Universitas Hasanuddin (Unhas), untuk meningkatkan kompetensi guru.
Saat ini, kompetensi guru Sulsel berada di peringkat 19 di Indonesia.
Syahrul mengatakan, kompetensi guru di Jawa dan luar Jawa memang tidak bisa dibandingkan, termasuk dengan Yogyakarta.? Di Pulau Jawa, mereka sudah lebih awal menggreat sistem, terutama di Yogyakarta.
“Kompetensi guru Sulsel berada di peringkat 19, akan menjadi cambuk bagi kita di Luar Jawa untuk melakukan penyesuaian. Lima tahun lalu Sulsel di peringkat 31, sekarang 19. Saya akan jadikan itu catatan, termasuk untuk para bupati/walikota,” kata Syahrul, di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (28/12).
Menurut Syahrul, Dinas Pendidikan bersama seluruh perguruan tinggi harus bersama-sama menggenjot kompetensi guru. Selama ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menggunakan jalur PGRI untk mendorong kompetensi guru.
“Tahun depan akan ditangani maksimal untuk SMA. Tapi, harus mulai dari bawah, mulai Sekolah Dasar,” ujarnya.
Gubernur Sulsel dua periode ini menuturkan,? harus ada program khusus untuk peningkatan kapasitas guru. Dalam waktu dekat, Syahrul akan membahas persoalan tersebut dengan Rektor UNM dan Unhas untuk bisa memberi ide, seperti apa ke depannya. Selama ini, UNM dan Unhas sangat memberi dukungan untuk peningkatan kompetensi guru.
“Meningkatkan kompetensi guru bukan hanya mentransfer ilmu, tapi pola belajar mengajar harus diubah. Standar kompetensi guru yang berada di peringkat 19 harus menjadi warning untuk kita semua,” tegasnya. (rhm/war/c)
Pemprov Gandeng UNM-Unhas Tingkatkan Kompetensi Guru
×

