pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Warga Hindari Konsumsi Ikan Laut

Tujuh Korban KM Marina Baru Dievakuasi ke RS Wotu

MALILI, BKM — Sejumlah warga di Kabupaten Luwu Timur saat ini enggan untuk mengonsumsi ikan yang ditangkap di laut. Hal itu dipicu penemuan beberapa mayat korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Marina Baru 2B di perairan Teluk Bone yang kondisinya sudah membusuk.
Hasnawati, warga Desa Lampenai, Kecamatan Wotu mengaku lebih memilih mengonsumsi telur dan tempe ketimbang ikan laut. Menurutnya, tempat penemuan mayat KM Marina Baru merupakan lokasi para nelayan mencari ikan.
“Tempat ditemukannya mayat itu kan di sekitar Pasi Tellue, perairan Teluk Bone. Di sana itu lokasi para nelayan mencari ikan. Apalagi kondisi mayat banyak yang sudah membusuk dan tidak utuh,” ungkap Hasnawati kepada BKM, Senin (28/12).
Warga lain di Desa Ussu, Kecamatan Malili, Nurmiati juga mengakui hal yang sama. Bahkan, dirinya bersama keluarga menargetkan tidak akan mengonsumsi ikan laut selama tiga bulan ke depan. Untuk lauk sehari-hari mereka lebih memilih telur, ikan air tawar atau daging ayam.
“Untuk tiga bulan kami tidak makan ikan laut dulu. Apalagi kita melihat langsung mayat yang diangkat di perairan Teluk Bone dalam kondisi membusuk. Bisa saja ikan-ikan disana itu ikut memakan kulit-kulit atau daging korban kapal tenggelam,” cetusnya.
Kurangnya warga yang mengonsumsi ikan laut, membuat penjual
ikan kesulitan menjajakan ikannya. Bahkan untuk satu peti gabus ukuran kecil berisi ikan baru bisa habis terjual dalam waktu tiga hari.
”Biasanya kalau ikan satu gabus itu, satu atau dua hari sudah bisa habis terjual. Sekarang, tiga hari kita keliling menjual baru bisa habis,” ungkap Judding, penjual ikan asal Kecamatan Mangkutana.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Wotu AKP Jamal Ansar mengatakan, pencairan penumpang KM Marina Baru akan berakhir, Selasa (29/12) hari ini. Menurutnya, korban yang telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I La Galigo, Wotu berjumlah tujuh orang. Terdiri dari lima perempuan dan dua laki-laki.
“Semuanya meninggal dunia. Penemuan pertama kita berhasil evakuasi ke RS sebanyak empat mayat. Berikutnya menyusul tiga mayat lagi. Empat mayat dibawa ke RS Siwa dan tiga lainnya langsung ke RS Bayangkara Makassar untuk diidentifikasi oleh tim DVI,” terang Jamal.
Sebenarnya, kata Kapolsek, jumlah mayat yang telah ditemukan di perairan Teluk Bone sekitar 20 orang. Hanya saja sebagian mayat tidak dievakuasi ke RSUD I La Galigo, karena langsung dibawa ke Makassar dengan menggunakan kapal Basarnas. (alp/rus/b)



×


Warga Hindari Konsumsi Ikan Laut

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar