pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Iklim Investasi Sulsel Diprediksi Lebih Baik

MAKASSAR, BKM — Iklim investasi Sulsel tahun 2016 mendatang diprediksi akan lebih baik dibandingkan tahun 2015. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel, AM Yamin, mengungkap, saat ini baik investasi asing maupun investasi dalam negeri arahnya masih terpusat pada beberapa daerah saja.
Kondisi ini membuat sejumlah daerah lain agak tertinggal lantaran minimnya investasi yang masuk. Berdasarkan data BKPMD Sulsel, investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang masuk ke Sulsel sejauh ini hanya terpusat di beberapa daerah saja, seperti Makassar 103 perusahaan, Pinrang 49 perusahaan, dan Maros 18 perusahaan.
Sementara investasi Penanaman Modal Asing (PMA) juga kondisinya seperti itu. Dimana Kota Makassar masih menjadi pusat PMA dengan total 122 perusahaan, menyusul Bantaeng dan Enrekang masing 14 perusahaan. Namun, ada juga daerah yang sama sekali belum tersentuh investasi baik PMA maupun PMDN.
”Soppeng misalnya, baik PMDN maupun PMA sama sekali tidak ada. Ini menjadi catatan kami 2016 mendorong supaya bisa lebih aktif. Sehingga pemerataan bisa kita lakukan,” kata AM Yamin, dalam acara Outlook Investment Sulsel 2016 di kantor BKPMD Sulsel, Selasa (29/12).
Menatap pengembangan investasi 2016, Yamin mengaku terus membenahi sistem perizinan melalui sentuhan teknologi, peningkatan kualitas SDM serta penguatan kelembagaan antar daerah dan pengembangan pasar. ”Pembenahan ini untuk menjawab keinginan presiden agar perizinan selesai dalam 3 jam. Khusus pasar, kami akan kembangkan pasar yang sudah ada dan mencoba memasuki negara lain sebagai pasar baru,” ujar karateker Bupati Barru ini.
Sementara Deputi BI Sulsel, Causa Iman Karana, mengatakan, pengembangan investasi dan ekonomi baru Sulsel memang butuh pemerataan pada semua kabupaten dan kota. Namun yang harus menjadi fokus lebih dulu yakni perbaikan akses infrastruktur. Jika itu dilakukan, otomatis akan mendorong investasi untuk masuk yang akhirnya berimplikasi pada sektor ekonomi.
”Selama ini industri keuangan 50 persen lebih berada di Makassar. Kita setuju jika pengembangan ekonomi dilakukan secara merata. Banyak potensi daerah yang bisa dikelola, mulai dari komoditi sampai pariwisata yang beragam,” jelasnya.
Di luar itu, Causa menyampaikan optimismenya pada pertumbuhan ekonomi Sulsel sepanjang 2016. Menurutnya, tingginya anggaran infrastruktur pemerintah yang masuk ke Sulsel dipastikan turut mendorong pergerakan investasi. ”Jika kondisinya seperti itu, tahun depan kami masih optimis ekonomi Sulsel bisa tumbuh antara 7,5 sampai 8,5 persen. Tahun 2015 ini, prediksinya tumbuh antara 7 sampai 8 persen,” jelasnya.
Ia menambahkan, memasuki Desember 2015 ini total uang yang dikeluarkan khusus untuk Sulsel mencapai Rp3,04 triliun, rata-rata untuk belanja proyek pemerintah. Sedangkan stok uang yang tersedia sekitar Rp6,9 triliun. ”Ini pertanda bahwa sebenarnya iklim investasi sangat baik di Sulsel. Tahun depan, sisa pemetaannya harus dilakukan secara merata. Butuh sinergi antara kabupaten dan kota, sehingga semua pengembangan investasi yang dilakukan bisa saling menunjang,” pungkasnya.
Ekonom Unhas, Idrus Taba mengatakan, potensi investasi Sulsel tahun depan sebenarnya cukup besar. Apalagi selama ini orientasi investasi Pemprov Sulsel sudah sangat tinggi. Sisa persoalannya pembenahan di ujung. ”Kita berharap pemerintah daerah bertarung di ujung untuk membuka pasar. Sehingga produksi bisa didukung dengan terbukanya pasar,” katanya.
Selain itu, pengembangan investasi Sulsel juga sangat bergantung kondisi ekonomi global. Tetapi optimisme itu bisa terwujud jika melihat beberapa negara yang menjadi mitra Sulsel selama ini, perekonomiannya sudah mulai pulih. Tetapi itu saja tidak cukup. Sulsel juga harus siap dari segi produktivitas. Kualitas produksi harus lebih baik dengan sentuhan teknologi. ”Selanjutnya peran pemerintah di sini sangat penting untuk mencari pasar dari beberapa negara tujuan baru. Beberapa hal lain yang tak kalah pentingnya, dukungan regulasi pemerintah, serta dukungan keuangan. Perbankan harus mulai berpikir pada sektor riil, jangan hanya melempar pada sektor keuangan yang akan mematikan sektor riil,” katanya. (rhm/mir/b)



×


Iklim Investasi Sulsel Diprediksi Lebih Baik

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar