pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Luthfi dan Akbar Belum Pasti Kendarai Nasdem

Muslim: Jika Surveinya Rendah

MAKASSAR, BKM–Dua bakal calon Gubernur Sulsel, Luthfi A Mutty dan Akbar Faisal belum pasti diusung partainya sendiri, yakni Nasdem bilamana hasil surveinya nanti tidak memungkinkan untuk diusung. “Untuk itulah kader Nasdem diberikan kesempatan untuk bersosialisasi agar kelak surveinya tinggi, baik tingkat popularitas, akseptabilitas maupun elektabilitas. Untuk itu, kuncinya silahkan sosialisasi dari sekarang,”ujar Wakil ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem Sulsel, Muslim Salam, di ruang Komisi E DPRD Sulsel, Selasa (29/12).
Menurut Muslim, semua yang ingin maju lewat Nasdem tentu dipersilahkan. namun tentu haru memenuhi sejumlah kriteria. “Pokoknya semua yang mau maju lewat Nasdem silahkan. Kan ada mekanisme partai. Ada mekanisme survei yang menentukan,”jelasnya.
Soal apakah Nasdem memprioritaskan jabatan seseorang untuk diusung, Muslim menegaskan tidak ada kecenderungan soal jabatan, apakah yang bersangkutan pengurus DPP, Ketua DPW atau anggota DPR RI. “Tentu kita memberi prioritas terhadap kader,”ucapnya.
Soal kemanah arah koalisi Nadem yang hanya mengontrol tujuh kursi di parlemen Sulsel sehingga masih butuh 10 kursi tambahan, Muslim mengkau tentu akan terjadi koalisi. “Untuk loby koalisi parpol bisa dilakukan kandidat atau DPP yang akan turun langsung melakukan komunikasi dengan parpol koalisi.
Bisa dua duanya, baik kandidat maupun bisa juga dicarikan oleh DPP. Hanya saja untuk Pilgub DPP yang punya gawe, sehingga lebih berpeluang DPP yang turun meloby. Dan yang paling inti adalah setiap partai tak ingin kalah di Pilgub,”terangnya.
Pengamat politik dari Unibos 45, Dr Arief Wicaksono mengemukakan baik Luthfi maupun Akbar memiliki peluang yang sama mengendarai Nasdem. “Saya kira saat ini kedua tokoh Nasdem Sulsel ini punya peluang yang sama untuk maju ke pentas Pilgub Sulsel kedepan. Dari sosial media saja sudah terlihat gerakan kedua tokoh ini dalam persaingan meningkatkan akseptabilitas,”ujar Arief, Selasa kemarin.
Disisi lain menurut Arief, Akbar Faizal diuntungkan karena merupakan anggota DPR RI yang popularitasnya sempat terkerek dalam berbagai kasus, seperti misalnya Kasus Century, Kasus Hambalang, dan terakhir adalah Kasus “Papa minta saham” yang bergulir di MKD dimana beliau adalah salah satu hakim etika didalamnya. Dari sisi Lutfi A Mufty, beliau juga adalah anggota DPR RI, dan juga merupakan mantan anggota Tim 7 Depdagri (Era Mendagri Syarwan Hamid) yang merumuskan paket UU politik, pemilu, dan otonomi daerah tahun 1999 lalu. Selain itu beliau juga adalah Ketua DPW Nasdem Sulsel, yang menguasai beberapa kursi di DPRD Sulsel. Masalah dari keduanya adalah sikap terakhir Surya Paloh sebagai Ketua DPP Partai Nasdem, yang bisa saja memberikan rekomendasi kepada calon-calon yang dianggap memiliki popularitas dan akseptabilitas lebih baik dari keduanya. “Sebagai Partai baru, Nasdem memang terlihat berusaha menjaga reputasinya sebagai partai bersih, akan tetapi, pragmatisme dalam politik tentu akan tetap mempengaruhi sikap Nasdem untuk memilih Vote Getter dari luar, jika sekiranya kader internal Nasdem tidak memenuhi syarat,”pungkasnya. (jun/rif/d)



×


Luthfi dan Akbar Belum Pasti Kendarai Nasdem

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar