pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Melayani Pejabat Hingga Wartawan

Hamzah Sanusi, Penjual Pulsa dari Kantor ke Kantor (1)

PONSELNYA tak pernah berhenti berdering. Kadang panggilan hanya Short Message Service (SMS) dari orang-orang yang membutuhkan pulsa.

Laporan: RAHMA AMRI

Berbekal kepercayaan, lelaki tersebut melayani costumer atau pelanggannya dengan sistem isi pulsa dulu. Bayaran atau tagihannya belakangan saat bertemu.
Itulah aktifitas yang dilakoni Hamzah Sanusi sejak tahun 2009 lalu. Lelaki berusia 30 tahun asal Pangkabinanga, Sungguminasa, Kabupaten Gowa itu mengambil peluang berbisnis pulsa melayani orang-orang yang sibuk.
Setiap hari, dia menyusuri sejumlah kantor pemerintah, baik yang ada di Gowa, hingga Makassar.
Pelanggan merupakan pegawai atau karyawan mulai dari Polres Gowa, Kejaksaan, Kantor Bupati, hingga melebar ke kantor gubernur.
Di Kantor Gubernur Sulsel, Hamzah kerap menjadi juru selamat para wartawan yang posting disana. Ketika kehabisan pulsa, padahal harus menelpon atau menghubungi narasumber, para kuli tinta tinggal menghubungi Hamzah.
Pulsa yang ditawarkan sangat komplit. Semua operator dilayani. Malah, dia juga menawarkan paket kuota dalam bentuk kartu kepada pelanggannya.
“Pokoknya komplit. Kita mau pulsa ada, semua ada,” katanya kepada BKM sambil melayani pelanggan yang butuh diisikan pulsa.
Dia mengaku tertarik untuk menjual pulsa keliling dengan metode jemput bola karena cukup mudah dijalani. Namun, dia tetap harus hati-hati dalam menawarkan kepada calon pelanggan, khususnya yang menggunakan sistem isi pulsa dulu, bayarnya belakangan.
Alasannya, jangan sampai bersoal. Karena untung yang diperoleh dalam bisnis isi pulsa ini cukup tipis.
Dia menggambarkan, jika modal yang disiapkan untuk membeli pulsa segala operator di kisaran Rp1 juta, untungnya hanya di kisaran Rp25 ribu hingga Rp30 ribu. Jika modalnya Rp3 juta, dan cukup ramai orang isi pulsa, dia bisa mengantongi keuntungan sekitar Rp100 hingga Rp150 ribu.
Namun, dia mengaku kadang tidak membawa pulang keuntungan jika butuh modal. Belum lagi jika yang beli belum sempat bayar.
“Kadang kalau datang menagih, orangnya tidak ada. Disitu mungkin sedikit hambatannya,” ungkap Hamzah. (rhm/b)



×


Melayani Pejabat Hingga Wartawan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar