Sinjai BKM– Pelayanan di Puskesmas Bikeru, Kecamatan Sinjai Selatan, Senin (4/1/2016) pagi kemarin mengalami gangguan. Belasan perawat yang biasanya melayani pasien melakukan aksi mogok kerja. Aksi ini masih merupakan rangkaian bentuk protes mereka, atas lambannya proses hukum terhadap pelaku pemukulan perawat.
kepala puskesmas sinjai selatan yang dihubungi via hp tidak menjawab
camat sinjai selatan mengaku kaget atas aksi mogok yang dilakukan oleh perawat puskesmas di daerahnya.“Saya juga kaget saat disampaikan oleh staf, bahwa perawat di Puskesmas melakukan mogok kerja. Kami akan sampaikan hal ini kepada atasan kami, dan berharap agar proses hukum di Polres Sinjai cepat dituntaskan” tegas Camat Sinjai Selatan, A. Irwan Syahrani.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada tanggal 29 November 2015, perawat bernama Hartono melaporkan oknum Andi ke Polsek Sinjai Selatan, karena telah melakukan pemukulan terhadap dirinya saat sedang melaksanakan tugas. Laporan ini juga ditindaklanjuti asosiasi persatuan perawat PPNI Sinjai dengan menggelar aksi di gedung DPRD, tanggal 2 Desember 2015 lalu.
Selain mogok kerja, perawat di PKM Sinjai Selatan, bersama pengurus Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Sinjai, juga mendatangi Mapolres Sinjai, Senin (4/1) pagi kemarin. Tampak hadir mendampingi para perawat ini adalah Wakil Ketua PPNI Sinjai, Andi Ariany Djalil.
Kepada Kasat Reskrim Polres Sinjai, AKP. Andi Rahmat, yang didampingi Kapolsek Sinjai Selatan, AKP. Laode Idris, Wakil Ketua PPNI menyampaikan bahwa pihaknya, serta seluruh perawat di Sinjai meminta agar proses hukum kasus pemukulan yang dialami oleh salah satu perawat di Puskesmas Sinjai Selatan dituntaskan secepatnya.
“Kedatangan kami hanya ingin mempertanyakan sampai sejauh mana kasus ini ditangani oleh pihak kepolisian, terlebih ini sudah satu bulan dan sampai sekarang belum ada titik terang,” ungkapnya. Bahkan Andi Ariany khawatir dengan keamanan dan keselamatan perawat, apabila kasus ini dibiarkan saja dan tidak ditangani secara serius.
Sementara itu, Kapolsek Sinjai Selatan, AKP Laode Idris yang mendampingi Kasat Reskrim AKP Andi Rahmat, saat menerima aspirasi PPNI hanya menyampaikan bahwa kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.
Meski ada penjelasan dan jawaban dari Kapolsek dan Kasat Reskrim, namun para perawat dan perwakilan PPNI ini tetap ragu akan komitmen penyidik Polres Sinjai. Mereka bahkan mengancam akan kembali mogok kerja dan mendatangi Polres Sinjai, bila kasus tersebut tidak dituntaskan.
Dari informasi yang dihimpun oleh bkm polsek sinjai selatan menurut salah seorang warga disana menyatakan bahwa kasus yang dilanjutkan pada polsek tersebut adalah kasus yang dipilih pilih buktinya saja baru baru ini polsek sinjai selatan di pra peradilankan oleh terduga pelaku sekaligus korban penganiayaan dimana yang ditahan adalah korban sedangkan pelaku dibebaskan berkeliaran untuk itu selaku masyarakat yang gelisah atas dugaan diberlakukannya hukum tebang pilih oleh polsek sinjai selatan dan oknum anggotanya maka kami meminta kepada kapolres sinjai mengevaluasi polsek sinjai selatan.”cetus salah seorang masyarakat disinjai selatan yang enggan namanya dikorankan

