PASANGKAYU, BKM — Hujan deras yang mengguyur Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara (Matra) beberapa hari lalu, membuat sejumlah wilayah tergenang air. Ketinggiannya mencapai 30 sampai 40 centimeter. Genangan terjadi karena tidak berfungsinya dengan baik drainase-drainase yang ada di pinggir-pinggir jalan.
Menindaklanjuti kondisi ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Matra segera melakukan pertemuan dengan para kepala lingkungan yang ada di Pasangkayu, Senin (4/1). Hadir dalam pertemuan tersebut, masing-masing karateker Bupati Matra, M Natsir, Ketua Komisi I DPRD Matra, Uksin Djamaluddin, Ketua Komisi II DPRD Matra, Saifuddin Andi Baso, camat dan lurah Pasangkayu, serta beberapa pimpinan SKPD terkait.
Dalam kesempatan itu, M Natsir meminta kepada para kepala lingkungan untuk proaktif menggerakan masyarakatnya dalam membersihkan saluran-saluran air. Karena salah satu penyebab terjadinya genangan air, adanya tumpukan sampah rumah tangga pada saluran-saluran air tersebut.
”Jadi harus proaktif. Jangan hanya mengandalkan pemerintah. Dan kepala lingkungan harus kreatif dalam mencari solusi setiap permasalahan yang dihadapi. Misal kalau ada masyarakat yang malas disuruh kerja bakti, ya masyarakat itu harus dimintai uang jaminan agar pengerjaan pembersihan tetap bisa beralan lancar,” ujarnya menekankan.
Karateker bupati Matra ini mengakui, tumpukan sampah bukan satu-satunya penyebab terjadinya genangan air. Sebab memang pembangunan drainase belum sepenuhnya tuntas. Namun demikian, sikap proaktif masyarakatlah yang saat ini sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi genangan air di tengah musim penghujan yang telah tiba.
”Saya sepakat, masyarakat harus proaktif membersihkan lingkungannya. Jangan hanya mengharap pemerintah terus. Saya juga meminta dinas tata ruang untuk menertibkan bangunan-bangunan yang memanfaatkan bahu jalan. Karena itu saya lihat salah satu penyebab aliran air terhambat,” tambah Saifuddin Andi Baso.
Dalam pertemuan itu akhirnya disepakati semua stakeholder turun tangan untuk menguras genangan air yang telah ada, sembari membenahi saluran air yang terhambat dengan mengerahkan alat berat (eskavator) milik perusahaan PT Pasangkayu. (ala/mir/c)
Pasangkayu Tergenang Setinggi Satu Meter
×

