MAKASSAR, BKM– Pemerintah Kota Makassar belum berniat menata kembali Pulau Kayangan atau pulau “Dewa-Dewi”. Saat ini nasib Pulau Kayangan masih terkatung-katung tanpa penghuni.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto membenarkan jika Pulau Kayangan belum dikelola kembali. Alasannya, masih bermasalah.
“Bermasalahki itu pulau Kayangan dan saya sudah tidak punya lagi perencanaan untuk menghidupkan kembali Pulau Kayangan. Kalaupun ada, pasti prosesnya agak lama dan tidak dapat diselesaikan di tahun ini,” tegasnya, Kamis (14/1).
Sementara itu, Sekretaris Kota Makassar, Ibrahim Saleh mengakui, kalau tahun ini Pemkot Makassar akan melakukan tindakan hukum untuk kembali mendapatkan Pulau Kayangan.”Memang sudah lama mi masalahnya. Sampai saat ini kami masih berusaha mendapatkan tempat wisata tersebut,” katanya.
Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar, Amar Bustanul mendesak Pemkot Makassar bertindak tegas terhadap nasib Pulau Kayangan karena itu merupakan aset daerah.”Dewan mau tahu sejauhmana proses hukumnya antara Pemkot Makassar dan PT Putra-putra Nusantara sebagai pengelola,”tuturnya.
Diketahui, Pulau Kayangan sebelumnya dikelola oleh PT Putra Putra Nusantara (PPN) yang diketahui merupakan milik Reza Ali. Pengelolaan sendiri dimulai pada tahun 2002. Uang hasil keuntungan sejak tahun 2005 diakui pemkot tidak pernah disetorkan ke kas daerah. Pengelola hanya menyetor dua kali pada tahun 2003 dan 2004.
Pemkot Makassar sendiri telah menghentikan pengelolaan Pulau Kayangan secara sepihak. Ini dilakukan setelah pengelola tak pernah memberikan keuntungan bagi pemerintah sehingga setiap tahun menjadi temuan BPK. Padahal kontrak kerja sama Pemerintah Kota Makassar dan PT Putra Putra Nusantara berlaku hingga 25 tahun.
Jika Pulau Kayangan tersebut dikelola dengan baik maka akan mendongrak penghasilan asli daerah (PAD) Kota Makassar.(arf-ita/war/c)
Kayangan Makin Terkatung-katung
×

