SOPPENG, BKM — Setelah pemerintah menghapus program Jamkesda per 1 Januari 2016 lalu, kini warga tergolong miskin mulai resah. Pasalnya tidak semua warga miskin bisa terakomodir di program BPJS. Kalaupun ada kemarin tercatat sebagai penerima KIS namun banyak diantaranya tidak bisa dipergunakan karena setelah dicek saat berobat kartu tersebut sudah tidak aktif sehingga otomatis tidak bisa dipergunakan.
Hal ini banyak warga tergolong tidak mampu jadinya kecolongan, karena berharap bermodalkan kartu Kis ia bisa gratis untuk berobat di Puskesmas atau di Rumah Sakit, tapi ternyata setelah dilakukan proses administrasi kartu KIS yang dimiliki melalui pos dinyatakan tidak aktif lagi.
Salah seorang warga Hasanuddin kepada BKM, Selasa (19/1) mengakui keluarganya pada saat melahirkan di Rumah Sakit ia melalui operasi cesar. Mulanya ia tidak khawatir karena keluarga mengantongi kartu KIS yang baru saja diterima melalui petugas pos.
Namun alangkah kagetnya saat melakukan proses administrasi ternyata kartu Kartu Indonesia Sehat ( KIS) yang mereka miliki tidak aktif.
Karena harus membayar keluarga Hasanuuddin
terpaksa pulang ke kampung menggadaikan tanahnya di kampung Bunne Kecamatan Marioriwawo Soppeng senilai Rp 12 juta untuk membayar RS di Soppeng.Hal sama juga dialami Ansar. Kartu KIS miliknya juga sudah tak aktif lagi.
Sementara pengelola BPJS Soppeng meminta kepada pemilik KIS jika ingin mengaktifkan kembali harus berurusan dengan Dinas Sosial Soppeng
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Soppeng Dra Hj A Nurlina Pawelloi ia juga tidak tahu apa penyebabnya. Tapi yang pasti data selalu dikirim namun kadang nama yang lama masih sering muncul sementara yang diusulkan yang baru tak muncul.
” Bisa dilakukan perubahan sekitar bulan April untuk dilakukan pendataan dan pengusulan peserta yang baru karena setiap 6 bulan kembali lagi dilakukan pendataan baru kata A Nurlina,” tandasnya. (fir/C)
Pemegang KIS Gadaikan Tanah Untuk Bayar RS
×

