BULUKUMBA, BKM — Salah seorang pasien Kepala UPT BPPKB Kecamatan Bontobahari Bulukumba Sulaiman Soba mengeluhkan pelayanan RSUD HA Sulthan Dg Radja. Dia mengaku sangat kecewa atas sikap petugas medis di rumah sakit itu. Pasalnya, ketika dia bermohon untuk dirujuk ke RS Wahidin Makassar, petugas di RSUD Bulukumba bersikukuh tidak mau memberi rujukan dengan alasan dokter di RSUD Bulukumba juga mampu menangani pasien seperti dialami Sulaiman.
Ditemui di VCPU RS Wahidin Makassar, Jumat Sulaiman yang terbaring karena penyakit jantung menceritakan, sebelum dia dilarikan ke RS Wahidin, dia dirawat di RSUD HA Sulthan Dg Radja Bulukumba. Sebelumnya lagi Sulaiman mengaku pernah menjalani perawatan di RS Siloam Makassar.
Tapi karena Sulaiman tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan, sehingga dia disarankan kembali ke Bulukumba untuk minta rujukan. Namun petugas di RSUD Bulukumba tetap ngotot tidak mau merujuk Sulaiman.
”Selama saya dirawat di RSUD HA Sulthan Dg Radja, saya tetap menkonsumsi obat dari RS Siloam. Jadi saya hanya gunakan kamar perawatan dengan oksigen RSUD Bulukumba,’’jelas Sulaiman didampingi istrinya.
Karena merasa penyakitnya makin parah, apalagi kata isteri Sulaiman, denyut jantung Sulaiman saat itu hanya 30, (normalnya diatas 80 ) sehingga dia menghubungi keluarganya yang ada di RSUD Bantaeng.
Jadi sambung Sulaiman dengan suara terbata-bata, yang merujuk dia ke RS Wahidin Makassar, adalah petugas dari RSUD Bantaeng, termasuk mobil ambulance yang digunakan ke Makassar juga mobil ambulance milik Pemkab Bantaeng.
”Saya betul-betul kecewa kepada petugas di RSUD HA Sulthan Dg Radja. Seandainya di RSUD itu ada dokter ahli jantung, mungkin saya tidak minta rujukan ke RS Wahidin. Jantung saya sudah lemah, tapi dokter di Bulukumba tidak mau merujuk saya,” katanya. Makanya saya minta kepada Pemkab Bulukumba khususnya turun tangan, jangan sampai pasien sudah sekarat tetapi belum juga dirujuk seperti yang saya alami
Sementara itu Direktur RSUD HA Sulthan Dg Radja dr Hj Wahyuni yang dihubungi Minggu (24/1) mengatakan, dia tidak bisa terlalu jauh mencampuri tugas dari dokter yang ada di RSUD Bulukumba, termasuk soal permintaan rujukan opleh pasien atau keluarganya.
Apalagi di RSUD HA Sulthan Dg Radja, sudah ada dokter ahli penyakit dalam (interna) yang bisa menangani penyakit yang terkait dengan penyakit dalam.
Diakui, di RSUD HA Sulthan Dg Radja memang belum ada dokter spesialis jantung. “ Saya kira dokter ahli penyakit dalam masih bisa menangani pasien seperti pak Sulaiman, sehingga tidak dirujuk ke Makassar dan saya berdoa semoga pak Sulaiman cepat sembuh,’’kata Wahyuni kemarin.
Sebelumnya, H.Sofyan, pasien lain juga pernah mengalami hal yang sama, ketika itu pensiunan Pemkab Bulukumba itu minta dirujuk ke Makassar, karena menderita penyakit prostat, namun dokter di RSUD HA Sulthan Dg Radja juga bersikukuh tidak mau merujuk Sofyan, sehingga saat itu Sofyan minta pindah sementara di Makassar, agar bisa dilayani di RS Ibnu Sina Makassar tanpa harus ada rujukan.(edy/C)
Pasien Keluhkan Pelayanan RSUD HA Sulthan Dg Radja
×

