pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kasus DBD Terkendala Alat Fogging

MAROS, BKM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Maros mengaku kewalahan untuk mengantisipiasi wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) lantaran minimnya fasilitas alat fogging.
Kepala Dinkes Maros, dr Firman menuturkan, minimnya alat fogging dianggap menjadi satu permasalahan untuk memenuhi permintaan fogging di 14 kecamatan di Maros.
“Saat ini alat fogging yang dimiliki Dinkes hanya 10 unit. Sementara yang efektif digunakan adalah 7 unit. Padahal idealnya setiap kecamatan itu memiliki setidaknya 2 alat fogging, diluar dari alat fogging yang dimiliki Dinkes,” jelasnya.
Untuk saat ini, Dinkes hanya melakukan fogging di wilayah yang terdapat kasus DBD. Kata dia, pengasapan dilakukan setelah ada laporan DBD yang masuk ke pihaknya.
“Alat kami masih terbatas, tim juga masih terbatas. Makanya kami hanya melakukan fogging di lokasi yang ada kejadian,” jelasnya.
Sejauh ini, Dinkes Maros telah membagi lima wilayah endemik DBD, yakni Perumnas Tumalia, BTN Taniaga, BTN Palucipta, Jln Nurdin Sanrima, BTN Nusa Idaman. Hampir tiap tahun kelima lokasi ini ditemukan kasus DBD. Karenanya dilokasi ini tiap tahun Dinkes rutin lakukan fogging.
“Kalau di Maros kami mempetakan lima lokasi endemik DBD. Karena kejadiannya terus berulang setiap tahun. Makanya kami fokus di daerah itu. Pasti tiap tahun kami lakukan fogging di daerah itu,” jelasnya.
Seharusnya, kata dr Firman, minimnya alat fogging di Dinkes dapat ditanggapi oleh kecamatan. Dia mengaku sejak dua tahun lalu, pihaknya telah meminta kepada kecamatan untuk pengadaan alat fogging ditingkat kecamatan minimal dua alat fogging.
“Sudah dua tahun saya mengajukan permintaan pengadaan alat fogging di tingkat kecamatan, tapi belum ditanggapi. Padahal ini sangat membantu untuk mengurangi mewabahnya dbd di daerah. Karena kami juga kewalahan bila harus memenuhi semua permintaan dengan 10 alat fogging yang kami miliki,” jelasnya.
Sementara itu anggota Komisi III DPRD Maros, Akbar Endra menuturkan, terkait maraknya demam berdarah di masa musim pancaroba sekarang, Dinas Kesehatan harus lebih pro aktif melakukan pencegahan dan mendeteksi warga yang rawan terkena wabah penyakit demam berdarah. Jika ada warga yg terkena demam berdarah, dihimbau untuk segera berobat ke RS Salewangan, dan pihak rumah sakit segera melakukan penanganan.
“Komisi III DPRD Maros, mewanti-wanti agar jangan lagi ada warga yang meninggal karena demam berdarah karena lambat mendapatkan penanganan dari tenaga medis,” bebernya.
Akbar menambahkan, salah satu pencegahan yang harus dilakukan saat ini oleh Dinas Kesehatan yakni menghimbau semua puskesmas rutin melakukan pengasapan agar nyamuk aedes tidak berkembang dan menyebarkan virusnya. Selain itu Dinkes juga harus melakukan penyuluhan kepada warga bagaimana agar warga mencegah penyakit demam berdarah di rumahnya. (ari-ril/c)



×


Kasus DBD Terkendala Alat Fogging

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar