PAREPARE, BKM — Pelayanan Rumah Sakit Umum Andi Makkasau Parepare dikeluhkan. Keluarga pasien terpaksa memilih pulang paksa setelah pihak RS tidak memberikan pelayanan secara maksimal. Adalah pasien korban tabrak lari
Yulianto Rangkadatu (8), siswa kelas tiga SD di Parepare.
Kasus lakalantas ini terjadi pada Selasa (19/1) lalu sekitar pukul 18.30 Wita di Jalan Panorama Timur. Beberapa saat setelah kejadian korban dilarikan ke RSUD Andi Makkasau untuk mendapatkan perawatan. Namun sayangnya, perawatan yang diharapkan tidak sesuai harapan. Orang tua korban, Yohanis (45) yang juga karyawan Akper Fatimah kepada BKM Kamis (21/1) mengakui setelah menginap beberapa hari dia berharap langkah operasi segera dilakukan mengingat kondisi anaknya yang patah kaki sudah sangat memprihatinkan.
”Kamis (21/1) pasien sudah disuruh puasa untuk persiapan operasi tulang kaki kanan tapi tiba-tiba dibatalkan dengan alasan tidak ada alat,” ujar Yohanis. Rencana operasi kemudian dijadwalkan esok hari Jumat (22/1) namun lagi-lagi dan dijadwal kembali ke hari Sabtu (23/1) tanpa alasan yang jelas. ”Yang membuat kami kesal saat hari Sabtu (23/1) tindakan operasi juga tidak dilakukan. Ini ada apa,” tambahnya.
Karena tidak mendapatkan pelayanan dan tindakan medis yang maksimal akhirnya Yohanis melayangkan protes kepada pihak RSUD hingga mengamuk di rumah sakit.
”Terpaksa saya keluarkan paksa anak saya. Ini benar-benar sangat keterlaluan,” ujarnya kemarin.
“Tidak jadi dioperasi pasang pen, karena tidak ada alatnya, hanya digibs kemarin Sabtu dan pulang hari Minggu. Saya dijanji dipasang pen jika ada kelainan,” ketusnya. Petugas Polantas Polres Parepare Aiptu Makmur membenarkan adanya tabrak lari di Jalan Panorama Timur Selasa (19/1) sekitar pukul 18,30 Wita. Polisi sudah memberikan keterangan untuk keperluan jaminan santunan dari PT Jasa Raharja untuk perawatan rumah sakit tipe B.
(mup/C)
Pasien Keluhkan Pelayanan RSUD Andi Makkassau
×

