SIDRAP, BKM — Insiden dugaan penganiayaan terhadap Abd Samad oleh tiga oknum polisi dari Polres Sidrap di perbatasan Sidrap-Pinrang, Sabtu (23/1) akhir pekan lalu, berbuntut panjang.
Oknum polisi tersebut membantah melakukan penganiayaan dan justru melaporkan balik Abd Samad atas percobaan pembunuhan. Kasus ini terjadi saat aparat Polres Sidrap menggelar operasi Rutin (Opstin) di Desa Simpo Kecamatan Baranti Sidrap.
Anggota Satlantas Polres Sidrap Bripka Hasdi melaporkan atas peristiwa percobaan pembunuhan yang dialaminya bersama dua rekannya Brigadir Rustam dan Bripka Suriadi, ke SPK (Sentra Pelayanan Kepolisian) Polres Sidrap, Senin (25/1).
Dugaan percobaan pembunuhan dilakukan terlapor setelah mobil Toyota Rush yang dikemudikan Abd Samad tidak menghiraukan peringatan petugas saat ketiga petugas berusaha menghentikan laju kendaraannya. Bahkan Bripka Hasdi nyaris menjadi korban tabrakan oleh Abdul Samad. ”Kami bertiga berusaha menghentikan kendaraan yang dikemudikannya dan meminta menepikannya tapi dia tetap jalan terus,” ujar Hasdi.
Percobaan pembunuhan ini dilaporkan Bripka Hasdi ke Mapolres Sidrap atas dugaan percobaan pembunuhan, sesuai laporan polisi Nomor : LPS/55/1/2016/SPKT Res Sidrap tertanggal 25 Januari 2016.
Kepada BKM, Selasa (26/1) kemarin, Bripka Hasdi menceritakan kronologis kejadian kasus ini. Saat itu Abd Samad berusaha menerobos blokade petugas, bahkan Samad nekat menabrak Bripka Hasdi dan sempat menyeretnya hingga satu kilometer.
Mobil toyota rush baru bisa dihentikan setelah petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Pinrang turut menghentikannya.
Kami tidak melakukan penganiayaan dan justru kamilah yang nyaris menjadi korban tabrak lari karena saat dihentikan Hasdi berada dibahu jalan dan Samad langsung tancap gas.
”Tidak ada yang memukul Samad, rekayasa itu. Justru lutut saya yang ditabrak dan diseret karena tidak mau menghentikan mobilnya. Saya langsung melompat dan memegang ke kap mesin depan mobilnya yang sudah melaju kencang,” jelas Hasdi. Hasdi menegaskan bahwa banyak warga disana menyaksikan kejadian ini. ”Saya sempat menggantung didepan dan berteriak meminta Samad menghentikan mobilnya, tapi dia tetap tancap gas. Seandainya tidak ada anggota Dishub Pinrang memalang jalan, mungkin saya sudah ditabrak dan diinjak ban mobilnya,” aku Bripka Hasdi diamini Bripka Suriadi dan Brigadir Rustam, kemarin.
Sementara Bripka Suriadi mengatakan kejadian itu oleh warga mengiranya ada pembuatan film, sebab aksi Bripka Asdi yang dibawa lari sopir di atas kap mobil rush itu, benar-benar mirip bermain film.
“Saya lihat sendiri dan berteriak hentikan laju mobilnya. Hasdi melompat dan hanya berpegangan di stand penyeka kaca, dan terseret kira-kira hingga satu kilometer ke arah Sidrap, mobilnya baru berhenti setelah teman-teman dari Dinas Perhubungan Pinrang diperbatasan yang kebetulan operasi mencegatnya,” beber Bripka Suriadi.
Sementara Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Chandra Yhuda Pranata, membenarkan masuknya laporan polisi Bripka Asdi tersebut.
“Iya ada mas, laporannya akan kami tindaklanjuti setelah insiden itu usai ditangani Propam karena berkaitan dengan anggota,” ujar AKP Chandra, dikantornya, kemarin.
Menurutnya, upaya pemanggilan terhadap terlapor akan dilakukan setelah yang bersangkutan telah dinyatakan sehat. “Ada informasi terlapor saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Aisyiyah (RSA) Siti Khadijah, Pinrang,” ujar AKP Chandra. (ady/C)
Anggota Polisi Lapor Balik Warga Pinrang
×

