MAMUJU, BKM — Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) akan membentuk BPOM untuk wilayah Sulawesi Barat (Sulbar) di Mamuju. Pembangunan Balai BPOM di Sulbar berdasarkan persetujuan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) tahun 2015.
Hal tersebut disampaikan Kepala Balai BPOM Sulselbar, Dr Muh Guntur, saat melakukan pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju. Pertemuan berlangsung di ruang kerja bupati Mamuju, Selasa (26/1). Dikatakan, pelaksanaan pembangunan fisik kantor BPOM Sulbar di Mamuju, segera dilaksanakan ditahun 2016 ini.
”Lokasinya sudah ada di Desa Bambu Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulbar untuk kantor BPOM. Lahan yang akan digunakan untuk membangun kantor BPOM ini merupakan hibah dari Pemprov Sulbar. Pembangunan kantor BPOM segera dilakukan ditahun 2016 ini. Anggarannya sendiri sudah disiapkan melalui DIPA tahun 2016. Besaran anggaran untuk pembangunannya sekitar Rp7 miliar,” ujar Muh Guntur seraya menambahkan, BPOM Sulbar akan mengawasi peredaran obat dan makanan di enam kabupaten yang ada di Provinsi Sulbar.
Sementara itu, Bupati Mamuju, Andi Bebas Manggazali, mengatakan, ajuan langkah yang dilakukan pihak BPOM Sulselbar ini untuk adanya langkah baiknya dalam membangun kantor BPOM Sulbar di Mamuju. Salah satunya memberikan pendekatan untuk lebih memudahkan secara cepat dalam mengawasi masalah makanan dan obat yang akan masuk di wilayah Mamuju dan pada umumnya Sulbar.
”Saya sangat merespon positif terhadap niat baik pihak BPOM Sulselbar yang akan membangun kantor BPOM Sulbar di Mamuju. Karena ini tentunya akan lebih mendekatkan kepada masyarakat Mamuju khususnya dan Sulbar pada umumnya,” kata Bebas. (ala/mir/c)
Bebas Dukung Pembangunan Kantor BPOM
×

