pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

tak Mampu Renovasi Rumah dan Beli Penak-pernik

Maria Kolis, Pembersih Kleteng Xiang Maa (1)

RUMAH sederhana beratap seng di Jalan Andalas, siang kemarin terlihat sepi. Rumah tersebut merupakan rumah Maria Kolis (51) tahun. Maria hanyalah salah satu warga keturunan Tionghoa yang hidup pas-pasan di Kota Makassar.

Laporan: ARIF AL QADRI

Dalam kemiskinan dan kesederhanaan itulah Maria akan “menikmati” malam pergantian tahun dalam sistem penanggalan Cina, pada Senin (8/2) mendatang.
Saat ditemui penulis, Maria mengaku baru tahun ini akan merayakan Tahun Baru Imlek meski sederhana. Tahun-tahun sebelumnya, Maria tidak lagi merayakan Imlek seperti yang dilakukan warga Tionghoa yang lainnya.
Dia mengatakan, terakhir merayakan Imlek saat dia berusia 35 tahun. Sejak kecil, ujar Maria, selalu merayakan Imlek bersama keluarganya. Namun semenjak dia menikah diusianya ke 36 tahun tepatnya pada tahun 1981, ia sudah tidak pernah lagi ikut merayakan Imlek.
Alasannya tidak merayakan Tahun Baru Imlek, karena tidak memiliki uang untuk merenovasi rumah dan membeli hiasan pernak pernik khas Imlek. Meskipun saat itu, suaminya bekerja di salah satu perusahaan di bidang propety tetapi tetap tidak cukup. Untuk makan dan membiayai anaknya yang masih bersekolah di bangku SMA di Makassar saja kadangkala harus menguras keringat untuk mencari, meski harus meminjam.
“Tahun ini saya tetap merayakan Imlek, meski tidak merenovasi dan membersihkan rumah, termasuk mengecat kosen pintu dan jendela rumah,” ujar Maria.
Sambil mengusap keringatnya usai membersihkan patung dan ruangan di Klenteng Xiang Maa, Maria mengisahkan jika tahun 2015 lalu dia berpisah dengan suaminya karena tidak ada lagi kecocokan.
Nasib serupa bukan hanya dialami sendiri oleh Maria, tetapi banyak warga Tionghoa mengalami hidup pas-pasan, bahkan ada yang bekerja serabutan termasuk menjadi tukang parkir.
Jangankan bicara soal perayaan Imlek, dapat menyambung hidup saja sudah merupakan hal yang mereka syukuri.
Meski dililit kehidupan yang pas-pasan, Maria dan warga Tionghoa yang hidup pas-pasan sungguh menghayati arti perayaan Imlek. (arf/b)



×


tak Mampu Renovasi Rumah dan Beli Penak-pernik

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar