pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kadis Kesehatan Ngaku Kecolongan

Satu Anak Tewas, DBD Rambah Pegunungan

GOWA, BKM — Kadis Kesehatan Kabupaten Gowa, dr H Hasanuddin mengaku kecolongan lantaran satu orang anak tewas karena serangan DBD (demam berdarah dengue) pada Minggu (31/1) lalu di Dusun Bilonga, Desa Bategulung, Kecamatan Bontonompo. Korbannya belasan murid SDI Bilonga tapi satu tewas lainnya suspect.
Kadis mengakui jika korban DBD itu menjadi berita terburuk di awal Februari. Karena itu pihaknya pun lalu mengeluarkan surat edaran penanganan pencegahan terpadu kepada seluruh pelaku kesehatan di tingkat kecamatan dan bukan hanya pada wilayah kerja Puskesmas Bontonompo tapi kepada 17 kecamatan lainnya yang ada di Gowa.
Sementara lokasi tempat tinggal anak korban tewas DBD bernama Nurfadilah (10) yang juga murid kelas IV SDI Bilonga tersebut, dievakuasi radius 100 meter dari berbagai arah angin.
“Sekarang kita gencarkan aksi bersih, penyuluhan dan pemberian abatesasi serta fogging sebagai upaya mencegah endemik di kisaran tempat tinggal dan lokasi sekolahnya. Sayangnya karena anak itu dirawatnya di RSU di Kabupaten Takalar sehingga sulit kita pantau kondisinya. Kami sudah ambil backup datanya dan dari dasar itu kita lakukan aksi terpadu,” kata mantan Kepala Puskesmas Bontonompo ini.
Kadis pun mengimbau kepada masyarakat luas agar proaktif menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya termasuk lingkungan sekolah.
“Jika musim hujan berselingan dengan matahari maka itu sangat membantu proses perkembangbiakan jentik nyamuk aedes aegifty. Lebih baik hujan saja terus menerus jangan ada jeda waktu muncul matahari sebab itu sangat bagus sekali untuk perbiakan nyamuk DBD itu. Masyarakat harus lakukan kebiasaan menguras, menutup dan menimbun. Sekarang ini semua kecamatan yang diduga rawan serangan harus dibackup gencar. Kecamatan paling rawan itu Somba Opu,” kilahnya.
Yang membuat ia makin cemas karena DBD juga sudah merambah daerah pegunungan seperti Kecamatan Bungaya tepat di Desa Sapaya perbatasan Kecamatan Manuju. Di kecamatan ini, kata dr H Hasanuddin, ada dua orang anak kena DBD namun hanya suspect.
“Kami sudah cari tahu riwayat DBD anak itu siapa tahu pernah dapat di wilayah Makassar atau saat dia bepergian, namun katanya tidak. Karena itu kami tidak mau kecolongan lagi. Semua wilayah kecamatan kini menjadi fokus pencegahan,” kata kadis sembari mengatakan dua anak di Sapaya itu sudah membaik dan sudah pulang ke rumahnya setelah beberapa hari dirawat di RSU Syekh Yusuf. (sar)



×


Kadis Kesehatan Ngaku Kecolongan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar