SENGKANG, BKM — Dalam sebulan terakhir kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Wajo
terbilang cukup tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lamadukkelleng, Sengkang Kabupaten Wajo, sepanjang Januari 2016 sudah 67 kasus.
Sementara data dari Dinas Kesehatan berjumlah 42 kasus.”Kalau data rumah sakit itu termasuk dari daerah lain. Tapi kalau di Dinkes cuma yang ada di Kabupaten Wajo,”ujar Pengelola Program DBD, Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo, Muh Syukur kemarin.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo, dr Baso Rahmanuddin mengatakan, dibanding dengan beberapa kabupaten lain , Kabupaten Wajo masih termasuk yang rendah kasus DBD-nya. Sampai dengan bulan Februari belum masuk kategori Kejadian luar biasa (KLB) .
Mantan Plt Direktur RSUD Lamaddukelleng itu menghimbau kepada seluruh kepala puskesmas untuk segera melaksanakan kegiatan penyuluhan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) di semua desa dan kelurahan. Karena inti dari upaya penanggulangan DBD adalah PSN dengan kegiatan 3 M, menguras, menutup dan membersihkan semua tempat tempat genangan air.
“Kebersihan lingkungan menjadi sesuatu yg sgt penting untuk dikedepankan. Selain itu, kami akan lakukkan fogging di semua tempat DBD positif atau potensial endemis DBD,”tegasnya.
Sebelumnya tercatat dua anak meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk tersebut.
Dua korban yang meninggal dunia yakni Asriani (7) dan Muh Alghasali (7). Asriani warga Mareppi, Desa Towalida, Kecamatan Sajoanging meninggal 14 Januari dan Muh. Alghasali 7 tahun warga Sompe, Kecamatan Sabbangparu meninggal 24 Januari. (ilo)
Sebulan, DBD Capai 42 Kasus
×

