RANTEPAO, BKM — Hujan lebat disertai angin kencang dan petir mengguyur Kecamatan Kapala Pitu Toraja Utara hingga Senin malam (1/2) lalu. Akibatnya Dusun Tanete Lambe Lembang Kapala Pitu terjadi longsor.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Toraja Utara Paulus Kombong kepada BKM Kamis (4/2) di Rantepao mengatakan bencana longsor terjadi sekitar pukul 23.00 dan menimpa sebuah rumah warga milik Damaris Lembang.
Anaknya Christina (15) siswa SMP 1 Lolai meninggal dunia. Saat kejadian korban sedang tidur nyenyak di kamarnya sehingga ikut hanyut dengan rumahnya.
Paulus menambahkan korban ditemukan keesokan harinya Selasa (2/2) setelah masyarakat setempat bergotong royong menggali material longsor dan menemukan korban sudah tidak bernyawa karena tertimbun longsor.
Bahkan rumah orang tua korban hanyut dan bergeser hingga beberapa meter, dan sebagian rumah ikut tertimbun.
”Longsor pas dibelakang rumah korban, kejadiannya begitu cepat meskipun ibu korban sempat menyelamatkan diri setelah mendengar rumahnya bergeser kebawah,”kata Paulus.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat termasuk Pemkab. Bupati Frederik Batti Sorring, menerima laporan dari masyarakat langsung perintahkan Kepala BPBD segera melakukan pembersihan dengan menggunakan alat berat dan Dinas Sosial sudah turun tangan membantu korban (gus/C)
Longsor di Tanete Lambe Telan Korban
×

