WATAMPONE, BKM — Aparat kepolisian Polres Bone menunggu laporan keluarga korban terkait kasus meninggalnya Fira Aprilia yang diduga telah terjadi mala praktik yang dilakukan dokter Rumah Sakit Umum Tenriawaru Watampone Kamis lalu.
Kasat Reskrim Polres Bone AKP A Asdar yang dikonfirmasi Jumat (5/2) mengakui kasus ini harus ditindak lanjuti. Namun harus didasari atas laporan keluarga korban atau siapapun pihak yang merasa dirugikan.
“”Saya dengar informasinya soal itu. Tapi hingga kini belum ada yang melapor. Baik keluarga korban atau dari pihak lain. Kami tunggu saja laporannya,” jelas A Asdar.
Sementara Ketua Komite Medik Kabupaten Bone dr Nur Abadai yang dikonfermasi terkait kasus ini menolak memberikan keterangan melalui telepon. ”Saya tidak mau memberikan keterangan jika lewat telepon. Kalau mau kita ketemu langsung“ katanya.
Sayangnya, ketika diminta bertemu BKM, dr Nur malah mengelak dengan dalih sedang ada tugas operasi.”Maaf saya sedang ada operasi,” jawabnya singkat dan langsung mematikan ponselnya.
Kasus ini rencananyanya akan segera dilaporkan pihak keluarga Fira ke polisi. Hal itu akan dilakukan sambil menunggu lembaga yang akan mendampinginya.
Salah seorang keluarga korban Budi mengaku akan meminta lembaga perlindungan perempuan dan anak LPP sebagai pendamping. ”Orang tuanya takut melapor kalau tidak ada yang mendampingi. LPP diminta mendampingi dan mereka telah menyatakan kesiapannya melakukan pendampingan,”jelas Budi
Budi mengakui banyak keganjilan dalam kasus yang menimpa Fira. ”Sejak operasi pertama pemasangan pen hingga operasi kedua pen dibuka bekas operasi selalu mengeluarkan cairan. Operasi dilakukan atas permintaan dr Feliks,” ujarnya.
Padahal dr Feliks ternyata belum ahli dalam hal ortopedi atau bedah tulang. Dia masih berstatus sekolah atau residen. Usai operasi pasien langsung dibawa ke bangsal tanpa di rawat di ICU. Operasi usai jam satu. Lewat Pukul 18.00 baru diberikan bubur.
Perawat sudah curiga pasien terindikasi ada kelainan, namun dibiarkan. Infus terlepas dan tak bisa lagi dipasang karena pembuluh darah sudah tersumbat pun masih diabaikan.
Pukul 01.00 perawat baru hubungi dokter dan tiba pukul 02.00. Melihat kondiri pasien yang sekujur tubuhnya penuh bercak merah dan hitam, disuntik anti alergi tanpa dites cocok atau tidak. Pasian di biarkan dibangsal meski kondisinya sudah memburuk sejak pukul 18.00 yang seharusnya cepat dilarikan ke ruang ICU. (amr/C)
Polres Tunggu Laporan Keluarga Korban
×

