pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tambang Liar Makin Liar

Distamben SDM Angkat Tangan

GOWA, BKM — Sejak puluhan tahun lalu hingga sekarang, aktivitas tambang liar tetap menjadi fokus keluhan panjang bagi sebagian masyarakat di Kabupaten Gowa.
Kendati Kabupaten Gowa diakui sebagai daerah penghasil tambang golongan C di Sulsel, namun hal itu justru menjadi bumerang bagi masyarakat. Pasalnya, lebih banyak kerugian yang ditimbulkan masyarakat disamping keuntungan yang diperoleh pihak pengusaha tambang. Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diperoleh Pemkab Gowa pun cenderung tak sebanding dengan dampak lingkungan dari aktivitas tambang.
Ketua Pilar Society Kabupaten Gowa, Arfandy Palallo mengatakan, penanganan tambang liar di Gowa memang membutuhkan kerja kolektif antara pemerintah dan berbagai pihak.
“Penegakan hukum juga sangat diperlukan untuk memberi efek jera kepada para pelaku tambang liar tanpa kecuali,” kata dia.
Selain itu, intesitas truk pengangkut hasil tambang, ikut berkontribusi pada kerusakan jalan.
Entah apa sebabnya, area tambang pun menjamur sehingga membuat bingung Pemkab Gowa dalam hal ini Dinas Pertambangan Energi dan Sumber Daya Mineral (Distamben SDM). “Hanya sedikit area tambang yang memiliki izin, namun yang beraktivitas ilegal pun makin marak,” bebernya.
Sementara Dinas Tamben SDM pun mengaku tak bisa berbuat banyak dalam memerangi tambanh-tambang liar tersebut. Kendati telah dihentikan, beberapa hari kemudian muncul lagi dan melakukan aktivitasnya secara kucing-kucingan.
Kadistamben SDM Kabupaten Gowa, Syafruddin Ardan yang dihubungi Jumat (5/2) mengatakan menyoal tambang liar, pihaknya sudah sangat kesulitan dalam memberantasnya. Tak satupun upayanya berbuah mampu menghalangi para penambang liar tersebut.
“Penambangan liar ini banyak kami temukan di wilayah Kecamatan Pallangga, Bajeng dan Bontonompo. Para penambang liar menggunakan pompa hisap untuk mengeruk pasir. Tak sedikit pula yang menggunakan alat berat excavator. Ini sangat membahayakan masyarakat di sekitar penambangan karena dapat mengakibatkan longsor dan banjir. Dampak lainnya juga membuat ekosistem lingkungan rusak,” kata mantan Kepala Satpol PP Gowa ini.
Dia menambahkan, upaya untuk menghentikan dan menutup aktivitas tambang liar ini telah dilakukan berkali-kali hingga menurunkan Satpol dan pihak Kepolisian serta TNI, namun tetap saja tidak berhasil.
Pemerintah dan kepolisian, kata Syafruddin, sebenarnya telah berulang kali berupaya menutup aktivitas tambang liar di sejumlah wilayah di Gowa. Namun, para pelaku tambang liar itu muncul lagi.
“Kami minta kepada aparat pemerintah di tingkat bawah, seperti kepala desa, lurah dan camat untuk berperan andil dalam mencegah dan menghentikan aktivitas penambangan liar di daerah masing-masing. Yang bisa menghentikan aktivitas tambang liar itu hanya pemerintah setempat,” tambah Syafruddin. (sar-ril/b)



×


Tambang Liar Makin Liar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar