GOWA, BKM — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah (Polda) Sulselbar akhirnya membentuk tim untuk melakukan survei sebagai langkah antisipasi kemacetan di ibukota Sungguminasa Kabupaten Gowa, Sabtu (7/2).
Survei dilakukan di beberapa titik, seperti Jalan Andi Tonro, Jalan KH Wahid Hasyim (depan Pasar Sungguminasa), Bundaran Samata, Jalan Sultan Hasanuddin (depan SMA 1 Sungguminasa), Jalan Usman Salengke (poros Sungguminasa-Pallangga) serta pertigaan Pallangga-Bontoala (dekat jembatan kembar).
Tim survei Ditlantas Polda dipimpin Kasubdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel), AKBP Dwi Santoso didampingi Kasat Lantas Polres Gowa, AKP Amin Toha ini mengatakan, survei merupakan program terpadu yang dilakukan bersama instansi terkait bidang lalu lintas termasuk Dinas Perhubungan Kominfo Kabupaten Gowa.
“Jadi survei ini kita lakukan di setiap wilayah yang menjadi rawan macet, seperti di Sungguminasa, Maros dan Makassar. Hasil survei ini akan kita jadikan dasar lahirnya rekomendasi untuk mengevaluasi rekayasa jalan di daerah ini nantinya,” kata Dwi.
Meski demikian, Dwi mengakui, kebanyakan kemacetan yang terjadi di sejumlah ruas jalan di Sungguminasa dipicu oleh banyaknya kendaraan, khususnya anguktan umum yang berhenti di ruas jalan tanpa memperhatikan rambu-rambu larangan berhenti.
“Akibatnya ruas jalan menyempit dan itu memicu arus lalu lintas melambat,” jelasnya.
Sementara Kasat Lantas Polres Gowa, AKP Amin Toha mengakui jika sejumlah ruasjalan di Gowa kerap kali menimbulkan kemacetan, lantaran kurangnya kesadaran pengguna jalan. “Sopir angkutan umum misalnya berhenti sesuka hatinya di jalur sempit depan pasar sentral dimana poros Jalan KH Wahid Hasyim ini yang terpakai sisa satu lajur sebab lajur kiri dijadikan lods darurat pedagang,” terangnya.
Kemacetan lalu lintas di ruas lain pun dipicu oleh sikap egois para pengguna jalan yang lebih suka saling serobot jalur, sehingga menghambat arus lalu lintas dari arah berlawanan. (sar-ril/c)
Ditlantas Survei Pemicu Macet di Gowa
×

