GOWA, BKM — Dua bersaudara masing-masing, Karmila (12) dan Jupliadi (7) dinyatakan positif terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). Keduanya dinyatakan positif setelah menjelani perawatan intensif di Puskesmas Bontonompo.
Kepala Puskesmas Bontonompo, dr Hj Rahmawati, MKes yang dikonfirmasi, Senin (8/2) membenarkan kondisi kedua pasien tersebut. Dua bersaudara dari pasangan Hasan Dg Rani dan Suriyani Dg Ngasi, warga Dusun Tabbuakkang, Desa Katangka, Kecamatan Bontonompo ini menjalani oerawatan selama tiga hari di Puskesmas Bontonompo.
“Keduanya positif terkena DBD. Kedua bersaudara itu masih menjalani perawatan. Sementara beberapa pasien lainnya sudah ada yang dipulangkan karena sudah sembuh,” kata dr Hj Rahmawati.
Diakuinya beberapa pekan ini pasien DBD yang dirawat di Puskesmas terus meningkat, termasuk salah seorang murid SDI Bilonga, Desa Bategulung yang meninggal beberapa hari lalu.
“Untuk itu kami mengimbau masyarakat untuk hidup bersih dan melakukan 3M (menguras, menutup dan menimbun),” imbuhnya.
Ayah paisen Hasan Dg Rani mengatakan, sebelum dibawa ke Puskesmas, suhu badan kedua anaknya sangat tinggi. Setelah mendapat perawatan medis, muncul bintik-bintik merah di sekujur tubuh anaknya.
“Kata dokter yang tangani anak kami memang positif kena DBD,” akunya.
Sementara itu, Ketua BPD Desa Katangka, Kecamatan Bontonompo, Bakir Dg Beta menyoroti Dinas Kesehatan Gowa yang dinilainya hingga kini belum pernah melakukan aksi fogging (pengasapan)
“Sebaiknya Dinas Kesehatan segera melakukan pengasapan sebelum bertambah korban lagi,” kata Bakir Dg Beta.
Kadis Kesehatan Gowa, dr H Hasanuddin yang dikonfirmasi via telepon tidak menjawab meski dalam nada aktif. Sedang Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Gowa, Sangkala yang dihubungi menyebutkan, total data penderita DBD yang masuk ke Dinkes Gowa hingga Sabtu (6/2) sudah mencapai 108 orang (termasuk Karmila dan Jupliadi). (sar-ril/b)
Jumlah Pasien DBD Meningkat
Kakak Adik Dinyatakan Positif
×

