PAREPARE, BKM — Geliat kemajuan Kota Parepare dalam dua tahun terakhir menarik minat para guru besar Unhas. 80 orang professor yang tergabung di Senat Akademik Unhas, menyatakan siap membantu Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe mengembangkan Parepare menjadi kota metropolitan baru di KTI.
Dukungan ini disampaikan puluhan professor dari berbagai disiplin ilmu yang menghadiri Rapat Kerja (Raker) Senat Akademik Unhas, di Restoran Dinasty Parepare, (6/2). Acara ini turut dihadiri Rektor Unhas, Prof Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA serta mantan Rektor Unhas, Prof Dr dr Idrus A Paturusi, SpBO. Raker dibuka oleh Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA di Barugae, Kompleks Rujab Wali Kota Parepare, Jumat (5/2) Ketua Senat Akademik Unhas, Prof Dr M Tahir Kasnawi SU, mengatakan keberadaan para guru besar Unhas di Parepare dapat memberikan banyak variasi dan alternative pemikiran bagi meningkatkan kemajuan Parepare ke depan.
Sejumlah pandangan termasuk solusi dan langkah konkrit pun segera ditawarkan oleh mereka kepada Pemerintah Kota Parepare. Mereka menyatakan, peluang Parepare menjadi kota kosmopolitan setelah Kota Makassar sangat besar dibanding daerah mana pun di Sulsel.
Tidak saja karena kota ini dilewati hampir seluruh kendaraan baik dari kasawan utara pulau Sulawesi yang hendak ke Kota Makassar ataupun sebaliknya, namun juga berbagai kebijakan Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe yang mereka nilai sangat monumental dan visioner.
Salah satunya adalah pendirian Institut Teknologi BJ Habibie (ITH) Parepare dan pembangunan Rumah Sakit Umum Tipe B Plus Pendidikan. Begitu juga kebijakan Taufan di bidang lain dan pengembangan fisik Kota Parepare dengan konsep estetika tinggi.
Prof Badaruddin Salam mengapresiasi pemerintahan Taufan Pawe, khususnya keputusan menyandarkan pengelolaan pemerintahan pada pendekatan akademik. Dia menyarankan agar persoalan air bersih di Kota Parepare didekati melalui pendekatan akademik tersebut.
Prof Dr Ambo Alla, anggota Wali Amanat Unhas mendukung penggunaan nama BJ Habibie pada Institute Teknologi BJ Habibie yang didirikan Taufan Pawe. Ia mengakui mendirikan perguruan tinggi bukan pekerjaan ringan. Jika ITH berhasil, perguruan tinggi ini akan akan menjadi salah sejarah pendidikan bagi Indonesia.
Prof Usman Raja, Dekat Fakultas Pertanian minta Taufan Pawe tidak melupakan sector pertanian. Ia mengatakan, peluang pengembangan Metropolitan Ajattapareng dan Parepare sebagai ibu kotanya, cukup besar.
Sementara Prof Idrus menyarankan agar selain menggunakan pendekatan sumur bor mengatasi kesulitan air bersih, Pemkot juga memanfaatkan teknologi penyulingan air laut yang katanya saat ini teknologinya sudah murah.
”Saat ini ada mesin penyulingan air laut bisa produksi kapasitas 10 ribu kubik setiap hari. Harganya tidak cukup Rp1 miliar, hanya Rp800 jutaan. Teknologinya sudah ada, bahkan di Bali sudah banyak yang menggunakannya, utamanya hotel-hotel,” jelasnya. (smr/C)
80 Guru Besar Siap Kembangkan Parepare
×

