GOWA, BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) di dua wilayah, yakni Kecamatan Bungaya dan Biringbulu. Warga di dua kecamatan tersebut, dilaporkan paling banyak terjangkit wabah Demam Berdarah Dengue (DBD).
Tercatat, jumlah pasien penderita DBD di Kabupaten Gowa hingga 8 Februari 2016 sudah mencapai 220 orang. Jumlah ini, berdasarkan data yang diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Gowa dari laporan sejumlah puskesmas dan rumah sakit di Gowa.
Belum ada upaya pengasapan yang dilakukan pemerintah setempat, meski setiap harinya, jumlah penderita DBD terus mengalami peningkatan.
“Sejauh ini kita hanya menetapkan dua kecamatan berstatus KLB, yakni Kecamatan Bungaya dan Biringbulu. Pemerintah menetapkan KLB karena di dua wilayah dataran tinggi itu ditemukan kasus DBD. Sebelumnya tidak pernah ditemui ada kasus DBD di sana,” beber Kabid Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Gowa, Sangkala, Rabu (10/2).
Lebih jauh Sangkala mengaku, para penderita DBD di dua kecamatan ini menjelani perwatan di berbagai rumah sakit, baik rumah sakit di Gowa, Takalar maupun Makassar.
“Pasien DBD dirawat di beberapa rumah sakit. Kita tetap lakukan pendataan serta koordinasi dengan masing-masing rumah sakit yang di tempati warga Gowa dirawat,” akunya.
Meski jumlah pasien DBD terus bertambah, namun hingga kini Pemkab Gowa belum menetapkan peristiwa ini dalam status KLB.
Adapun kasus DBD di Kecamatan Bungaya dalami sejumlah warga di Desa Sapaya. Sementara di Kecamatan Biringbulu menjangkit tiga warga di Desa Lauwa dan satu orang warga di Desa Julukanaya.
Sangkala menjelaskan, kasus DBD di dua wilayah ini terbilang unik, karena pada umumnya karakteristik nyamuk Aedes Aegepty tidak mampu menjangkau dataran tinggi atau 1.000 meter di atas permukaan laut.
“Ini unik karena kasus DBD belum pernah dialporkan di dua wilayah itu. Tapi kami sudah turunkan tim untuk menyelidiki kasus DBD di sana. Kami juga sudah lakukan pengasapan. ,” kata Sangkala.
Sebelumnya telah diberitakan bahwa ada dua warga Gowa meninggal dunia akibat DBD. Mereka antaralain, Ahmad Asdar (10), warga Desa Pakkatto, Kecamatan Bontomarannu yang meninggal dunia akhir Januari lalu di Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf serta Nur Fadhilah (10) warga Desa Bategulung, Kecamatan Bontonompo yang meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Padjonga Dg Ngalle Kabupaten Takalar.
Sangkala mengatakan, penderita DBD di Gowa berpotensi terus meningkat apalagi kondisi cuaca masih akan hujan panas hingga beberapa bulan ke depan. Pihaknya kembali mengimbau, agar warga massif melakukan 3 M, (Menutup, Menguras dan Menimbun) semua wadah yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk DBD.
Di tempat terpisah, Direktur RSU Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, dr H Salahuddin mengatakan, jumlah penderita penyakit DBD yang sudah dirawat pihaknya, mencapai 106 orang.
“Umumnya pasien usia anak-anak. Kita juga masih menangani pasien DBD, termasuk ketersediaan obat dan kebutuhan perawatan lainnya,” kata Salahuddin. (sar-ril/c)
Bungaya dan Biringbulu Status KLB
Jumlah Pasien DBD Terus Meningkat
×

