SIDRAP, BKM — Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo memuji pembangunan infrastrukstur yang cukup pesat di Kabupaten Sidrap selama kurun waktu kepemimpinan H Rusdi Masse dan Dollah Mando. Tidak salah, prestasi Kabupaten Sidrap dikancah nasional juga patut diperhitungkan.
“Indeks pertumbuhan perekonomian Sulsel di Indonesia tidak pernah drop dan justru terus naik dari 6,2 persen menjadi 7,68 persen. Namun ditengah provinsi lainnya turun 1 hingga 3 persen, Sulsel justru naik meski hanya 1,8 persen kenaikannya. Prestasi itu tak lepas peran serta dari pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidrap yang menopangnya,” ungkap Syahrul dihadapan undangan puncak Peringatan HUT Sidrap ke 672, di kompleks SKPD, Kamis (18/2).
Menurutnya, terobosan dilakukan Bupati dalam menopang pangan menjadi bagian peningkatan produksi pertanian di Sulsel selama ini adalah pemicu 21 provinsi lain berharap suplai pangan dari Sulsel.
“Ingat, Sulsel bisa memberi makan 21 Provinsi lainnya yang ada di Indonesia. Itu tak lepas dari Kabupaten Sidrap sebagai sentra utama penyangga produksi hasil pertanian terbesar di Sulsel,” lontar Syahrul.
SYL juga menyinggung kinerja Bupati yang suka mengusik ketenangan pribadi Gubernur. “Rusdi inilah diantara semua Bupati di Sulsel yang paling cerewet, suka perintah Gubernurnya, Entah itu tengah malam, disaat saya lagi tidur, pak Bupati telepon. Lebih banyak perintah Bupati daripada Gubernurnya. Tapi semuanya itu dilakukan demi kepentingan rakyat, dan hasilnya sudah kita buktikan,” urai Syahrul
Sebagai Gubernur, kata Syahrul, dirinya tak pernah mempermasalahkannya karena dia memang sebagai pelayan Bupati dan masyarakat di tingkat bawah. “Pejabat Gubernur dan Bupati itu memang adalah pelayan masayarakat. Untuk itu saya minta Rusdi berinovasi membangun Sidrap, mempertahankan indek prestasi ekonomi masyarakat karena di Sidrap banyak OKB (Orang Kaya Baru) karena semua pertumbuhan ekonomi Sidrap terus naik dan itu semua tak lepas dari Bupati Rusdi Masse. Disidrap itu semua ada, yakni pertaniannya, peternakannya dan perkebunannya, jadi tdiak salah kita bangun bendungan berskala besar yakni bendungan Boya,” lontar Syahrul.
Sebelumnya, Bupati Sidrap H Rusdi Masse dalam sambutannya, menyampaikan
apa yang dilakukannya itu semata-mata ingin masyarakat Sidrap lebih sejahtera lagi.
“APBD Sidrap yang tembus 1,2 triliun dari PAD, itu difokus lebih banyak di alokasikan dibidang infrastruktur. Anggaran kita lebih berfokus ke sektor ekonomi melalui peningkatan prasarana umum ketimbang belanja internal daerah,” ungkpa H Rusdi Masse.
Besaran alokasi sektor peningkatan sarana umum itu lebih besar yakni 58 persen berbanding 42 persen untuk belanja pegawai.
Untuk itu, dengan dibangunnya Bendungan Boya sebagai sentra penyuplai air bersih maupun air pertanian di wilayah Ajatappareng, termasuk pembangunan PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu) di Pabbaresseng, Desa Mattirotasi menjadi nilai tambah PAD dan kearifan lokal objek pariwisata di Sidrap masa mendatang. (ady/c)
SYL Puji Kinerja Rusdi
×

