MAKASSAR, BKM– Menteri Pertahanan RI (Menhan) Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu kembali mengingatkan akan pentingnya pendidikan bela negara.
Menurutnya, bela negara sangat penting dalam menyiapkan masyarakat yang siap membela dan mengutamakan negaranya. Pasalnya, sekarang ini bukan lagi era perang fisik dengan angkat senjata, melainkan perang terhadap pemikiran.
Hal tersebut dikatakan Ryamizard Ryacudu saat bertandang ke redaksi Harian Fajar, Lantai IV, Gedung Graha Pena, Jalan Urip Somoharjo, Minggu (21/2).
Kedatangan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini disambut langsung Chairman PT Media Fajar Group, HM Alwi Hamu, Direktur Utama PT Media Fajar Holding, H Syamsu Nur, Direktur Utama PT Fajar Koran, H Agus Salim Alwi Hamu.
Menhan menambahkan, rakyat Indonesia jangan lemah, rakyat harus kuat, karena rakyat kuat negara juga ikut kuat, sehingga disegani oleh negara lain.
“Bela negara adalah sikap dan perilaku kecintaan terhadap NKRI. Itu sudah sesuai dengan Pancasila dan UUD 45. Sikap bela negara merupakan kehormatan setiap warga negara, yang dilaksanakan penuh tanggung jawan dan pengabdian bagi negara,” tegas Menhan.
Menhan juga menambahkan, kedatangan ke Makassar untuk memberikan penjelasan kepada rakyat Indonesia khususnya di Makassar mengenai Bela Negara.
Menurutnya, Bela Negara yang dimaksudkan untuk menguatkan pemikiran masyarakat untuk dijadikan sebagai senjata. Pasalnya, untuk bela negara diperlukan ideologi atau pemikiran yang baik untuk membela negara.
Ia juga mengatakan, rakyat harus tetap menjunjung tinggi nilai Pancasila dan juga selalu bekerjasama dan gotong royong untuk menghadapi masalah.
“Baiknya kita mempertahankan Pancasila dengan gotong royong. Seberat apapun masalahnya ketika kita bergotong royong masalah tersebut mudah diselesaikan,” ujarnya.
Dia juga berharap, masyarakat dapat lebih aktif menamamkan dan mendidik anak sejak dini ataskecintaannya kepada negara atau menanamkan rasa bela negara dengan pengetahuan dan pemahaman yang baik.(arf/war/c)
Menhan: Bela Negara Kuatkan NKRI
×

