GOWA, BKM — Musyarrafah (45) yang merupakan Wakil Ketua PW Nasyiatul Aisyiyah Sulsel tewas setelah menjadi korban aksi begal di Jalan Tun Abdul Razak (Hertasning Baru), Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Minggu (21/2) sekitar pukul 18.00 Wita.
Aktivis perempuan kelahiran kota Barru ini tewas setelah terjatuh dari sepeda motor yang dikendarainya setelah kawanan jambret merampas tas miliknya. Akibat peristiwa ini, korban mengalami luka serius pada bagian kepala usai terbentur ke aspal.
Bhabinkamtibnas Kelurahan Romang Polong, Aiptu Syamsul pun kembali melakukan penjagaan ketat di kawasan rawan jambret tersebut.
“Kita kembali melakukan penjagaan di sekitaran TKP. Padahal kemarin-kemarin kawasan ini sudah mulai aman, tapi sekarang ada lagi. Kawasan ini ada jalan penerangannya tapi sudah dua hari ini mati sehingga kondisi gelap di sekitaran TKP memang sangat rawan, ” katanya.
Dijelaskan, Aiptu Syamsul, korban sebelum kejadian akan mengikuti pengajian di Masjid Cheng Hoo yang terletak tak jauh dari TKP.
“Dari keterangan rekan, korban mau pergi ikut acara pengajian di Masjid Cheng Hoo. Tapi sebelum sampai di pembelokan, sudah dijambret, ” kata Aiptu Syamsul menyampaikan kronologis.
Olehnya, untuk mengantisipasi maraknya tindak kejahatan, Aiptu Syamsul sudah meminta kepada lurah setempat untuk memasang papan peringatan di beberapa titik.
Dg Ti’no, selaku kerabat korban saat dikonfirmasi lewat telpon mengatakan, korban tadi malam sudah dibawa ke kampungnya di Barru untuk dimakamkan. (sar-ril/c)
Polisi Perketat Pengawasan Lokasi Pembegalan Musyarrafah
×

