pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kayu Dilupakan, Beralih ke Baja Ringan

Muslimin, Penjualan Kayu di Jalan Galangan Kapal (1)

PESATNYA perkembangan usaha properti dan perumahan ternyata tidak berdampak positif terhadap penjualan kayu di pasaran. Terlebih, pengembang lebih banyak menggunakan atap baja ringan yang sebelumnya didominasi dengan penggunaan kayu.

LAPORAN: JUNI SEWANG

Hal tersebut memperparah penjualan kayu di dalam Kota Makassar. Apalagi, trend konstruksi rangka atap dengan material baja ringan beberapa tahun ini mulai menghiasi atap rumah warga, atap perkantoran hingga perhotelan.
Beralihnya masyarakat dan pengusaha menggunakan konstruksi baja ringan juga disebabkan semakin mahalnya harga kayu berkualitas.
Belum lagi, kekuatan baja ringan mampu menandingi kekuatan penggunaan kayu untuk atap, termasuk baja ringan terhindar dari binatang rayab.
“Memang sudah seperti itu situasinya dek, trend pemasangan baja ringan untuk atap rumah membuat penjualan kami semakin sepi pembeli,” tutur Muslimin (43) tahun, Penjualan Kayu di Jalan Galangan Kapal kepada penulis.
Padahal menurut Muslimin, penggunaan baja ringan justru lebih mahal dibandingkan penggunakan kayu. Namun mereka menganggap kayu dan balok lebih mudah rusak meskipun murah.
Dia juga mengaku, bisnis penjualan kayu sudah digelutinya lebih 10 tahun ini di Jalan Galangan kapal, dan baru dua tahun ini bisnis kayu mulai lesu.
“Memang sekarang tidak kayak dulu. Dulu orang masih menjadikan kayu sebagai bahan utama untuk membuat atap, tetapi sekarang banyak alternatif seperti rangka baja dan besi plat. Meski kondisi seperti itu, saya tetap bertahan untuk berjualan. Mudah-mudahan masih ada juga orang yang mau membeli kayu,” ujarnya sambil mengusap cucuran keringat di dahinya.
Sambil meneguk kopi dicangkirnya, Muslimin menceritakan kalau sudah hampir dua minggu ini tak satupun orang datang membeli kayu ataupun balok.
“Sudah hampir dua minggu ini belum ada pembeli. Padahal sebelumnya, seminggu saja saya sudah mendapatkan uang hingga Rp10 juta. Saat ini kadang pembeli ada kadang tidak ada, saya pakai sistem bertahan saja, tawakal sama Allah saja. Apalagi, tidak semua orang bisa membeli rangka baja dan pasti ada ada saja yang membeli kayu, balok papan untuk bangunan,” lanjutnya.
Sebelumnya menjual kayu, Muslimim mengaku telah merasakan menjadi buruh harian, juga kernet di mobil kampas. (jun/b)



×


Kayu Dilupakan, Beralih ke Baja Ringan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar