MAMUJU, BKM — Gerakan Mamuju Mapaccing yang lahir dari gagasan spontan Bupati Mamuju, Habsi Wahid, segera ditindaklanjuti. Bupati Habsi Wahid langsung menggelar rapat bersama Sekretaris Kabupaten Mamuju, Muhammad Daud Yahya, di ruang kerjanya, Senin (22/2). Rapat ini juga dihadiri pihak terkait, seperti Kepala Dinas Tata Ruang dan Kebersihan Mamuju, Hamdhan Malik, Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan, Luhtfi Muis, serta para kepala SKPD lain lingkup Pemkab Mamuju, termasuk camat dan lurah.
Habsi mengungkapkan, pihaknya serius akan membuat kota Mamuju terlihat bersih dalam seratus hari pertama kepemimpinannya. Selain itu, dirinya mengaku kurang lebih selama 11 minggu sasarannya adalah mengubah mindset masyarakat agar lebih sadar dan peduli akan kebersihan. Karena realita di lapangan, sampah masih menjadi satu masalah yang perlu penanganan serius.
”Kita mau melihat Mamuju ini bersih. Realitanya memang, sampah dimana-mana. Oleh karenanya, dalam seratus hari ke depan, saya mau fokus pada pembersihan kota dengan harapan bisa mengubah perilaku masyarakat agar senang bersih-bersih,” urai ketua Palang Merah Indonesia Kabupaten Mamuju tersebut.
Pada rapat tersebut, Habsi juga menyampaikan beberapa poin, di antaranya soal pemetaan wilayah atau pembagian zona yang akan mendapat giliran pembersihan. Kedua, seluruh stakeholder baik pada instansi vertikal maupun perbankan termasuk pihak sekolah-sekolah, untuk ikut berpartisipasi langsung dengan menyediakan kantong-kantong plastik.
Selanjutnya, penyediaan sarana dan prasarana oleh dinas kebersihan baik truk, motor, dan alat lainnya. Sedangkan khusus kepada para camat dan lurah untuk menyampaikan kepada masyarakat di wilayahnya untuk ikut bersih-bersih.
Sementara itu, Kepala Dinas Tata Ruang dan Kebersihan Mamuju, Hamdhan Malik, menyatakan kesiapannya mendukung program Mamuju Mapaccing yang dicanangkan bupati. Terlebih, selama lima bulan terakhir, pasukan kuning gencar melakukan pembersihan di beberapa sudut kota. Menurutnya, dengan armada yang dimiliki Distarungber saat ini, yakni 9 unit truk dan 17 unit motor pengangkut sampah, tentu akan menyukseskan program 100 hari Mamuju Mapaccing.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengimbau kepada masyarakat Mamuju agar tidak menganggap sampah adalah tugas dari dinas kebersihan saja. Tetapi merupakan tugas bersama. Saat ini, ungkapnya, volume sampah di Mamuju semakin bertambah. Bahkan, truk sampah kadang memuat empat kali dalam sehari.
”Jadi untuk masyarakat, jangan menganggap kebersihan adalah hanya tugas dinas kebersihan. Tapi merupakan tugas kita bersama,” pungkasnya. (ala/mir/c)
Tindaklanjuti Gerakan Mamuju Mapaccing
×

