BULUKUMBA, BKM — Pasca dilantik sebagai Bupati Bulukumba AM Sukri A Sapewali disambut dengan tari adat, selanjutnya menuju ruang pola untuk menggelar rapat perdana dengan seluruh kepala SKPD dan pejabat eselon III.
Dihadapan para pejabat, AM Sukri dan Tomy menyampaikan beberapa informasi, terkait pelaksanaan tugas pemerintahan. Sukri juga menyinggung soal Pilkada. Menurutnya setelah Pilkada berlalu, tidak ada lagi nomor, yang ada adalah semuanya harus loyal kepada Bupati dan Wakil Bupati.
Menariknya, Sukri mengingatkan kalau dirinya bukan orang baru di Pemkab Bulukumba, bahkan dia menyatakan seluruh aparat Pemkab Bulukumba khuusnsya aparat lama, pasti sudah mengenali suaranya, kecuali pegawai baru. Sambil menyampaikan pesan-pesannya, tiba-tiba bupati melihat salah seorang Kepala Dinas asyik dengan ponselnya, spontan Bupati langsung menegur pejabat tersebut.
”Tolong jangan ada aktivitas lain pak, kalau ada sms dari seseorang, jangan dulu dibalas, ‘’ pesan Sukri.
Spontan pejabat tersebut menghentikan kegiatannya, sambil tertunduk. ”Saya tahu selama Pilkada banyak yang tidak mendukung nomor 1, tetapi itu wajar. Hanya saja yang saya tidak suka kalau ada oknum pejabat yang tidak mendukung kemudian menjelekkan saya, itu yang saya tidak suka,’’jelas Bupati
Bupati kemudian menanyakan kepada aparat yang hadir, apakah selama ini ada bayar-bayar ?, spontan salah seorang peserta rapat yang duduk dideretan belakang berteriak ada, spontan bupati menyatakan, pada era pemerintahannya tidak ada lagi bayar-bayar.
”Haram hukumnya ada bayar-bayar utamanya soal kenaikan pangkat, pengangkatan pejabat dan soal sertifikasi guru. Semuanya tidak boleh ada bayar-bayar,’’tegasnya.
Pengangkatan pejabat harus sesuai mekanisme dan tidak ada lagi bayar-bayar. ”Kalau nantinya ada oknum yang mencatut nama bupati atau wakil bupati terkait soal bayar-bayar tolong sampaikan kepada saya, pasti saya tindak tegas. Karena saya tidak mau ada bayar-bayar, kita harus bekerja profesional,’’tegas purnawirawan TNI berpangkat Kolonel ini.
Sukri juga menyoroti kondisi kota Bulukumba yang akhir-akhir ini digenangi air“ Saya minta kepada instansi terkait, utamanya Dinas Tata Ruang, supaya Bulukumba ini tak lagi digenangi air, kasihan warga yang selalu kebanjiran, saya minta dinas terkait melakukan penanganan soal banjir tersebut,’’pintanya.
Soal pelayanan kesehatan, Bupati mendesak Dinkes dan RSUD HA Sulthan Dg Radja agar melakukan upaya antisipasi dan pencegahan terhadap penyakit DBD.
“ Semua ini harus diperbaiki, saya minta Dinas Kesehatan dan RSUD HGA Sulthan Dg Radja memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, jangan pilih kasih,’’tegasnya. (edy/D)
Minta Dinas Tata Ruang Atasi Banjir
×

