MAROS,BKM — Kepala Pasar Pakalu Bantimurung, Zainal meminta Unit Pelaksana Teknins (UPT) Pemadam Kebakaran dan BPBD Kabupaten Maros menyiagakan armada pemadam kebakaran di Pasar Pakalu.
Permintaan itu disampaikan Zainal mengingat pasar menjadi salah satu areal yang rawan musibah kebakaran. Terlebih, kata dia, jarak antara posko armada Damkar dengan pasar yang ia pimpin sangat jauh.
“Langkah pencegahaan sekaligus menjadi pangkalan untuk beberapa kecamatan terdekat. Apalagi pasar menjadi areal rawan kebakaran,” kata Zainal, Selasa (01/3).
Pihaknya mengaku telah memasukan permintaan ke Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) yang membawahi UPT Damkar dan BPBD untuk penempatan aramada di wilayah kerjanya.
“Sejak beberapa bulan yang lalu kami sudah usulkan. Kita harap bisa segera ada hasilnya, mengingat penempatan armada di Pasar Pakalu bisa menjadi pangkalan pembantu yang bisa mencover tiga kecamatan seperti Bantimurung, Simbang dan Cenrana,” harap Zainal.
Menanggapi permintaan itu, Kepala Dinas Koperindag, Danial mengaku telah menindaklanjuti permintaan Kepala Pasar Pakalu. Hanya saja dia belum tahu jika usulan itu belum dilaksanakan pihak UPT Damkar.
“Permintaan itu sudah kita tindaklanjuti ke UPT Damkar, hanya saja kita juga tidak tahu kenapa belum ada respon,” singkatnya.?
Dikonfirmasi terpisah Kepala UPT Damkar dan BPBD Maros, Sayuti mengatakan, sejauh ini memang tidak ada kendala untuk penempatan armada di Pasar Pakalu. Namun dia berdalih jika permintaan tersebut masih menunggu instruksi bupati.
“Sebenarnya tidak ada kendala, armada juga cukup namun kita masih menunggu intruksi pak bupati,” kilahnya.
Dia juga tak menampik, kalau usulan itu masuk dalam perencanaan ke depan yang akan dilakukan pihaknya. Menurutnya, pembentukan posko kebakaran di 14 kecamatan adalah langkah efektif dalam penanganan awal bencana kebakaran.
“Kita memang berencana menempatkan armada di beberapa lokasi yang rawan kebakaran dan jaraknya jauh dari markas. Ini memang sinergi dengan permintaan kepala Pasar Pakalu, namun koordinasi dengan para camat juga harus tetap kita lakukan, jika penempatan ini disetujui oleh pak Bupati,” terangnya.
Sekedar diketahui, jumlah armada Damkar Kabupaten Maros saat ini berjumlah 11 unit, dengan jumlah personel 132 orang yang dibagi menjadi tiga shift dimana masing-masing shift ditempatkan 44 personil. (ari-ril/c)
Armada Pemadam Diminta Standby di Pasar Pakalu
×

