MAKASSAR, BKM–Anggota DPRD Sulsel Syaharuddin Alrif berencana melapor ke polisi atas kasus pemerasan yang dilakukan sejumlah aktifis mahasiswa yang selama ini menggelar aksi demo.
Syahruddin yang juga sekretaris DPW Nasdem Sulsel menyatakan dia mengharapkan agar semua kalangan dapat menghormat proses hukum yang sedang berjalan. Mahasiswa juga dapat menjalankan aksi unjukrasa sebagai bentuk kontrol dengan tetap mengedepankan etika, nilai-nilai idealisme. “Aksi unjukrasa yang dilakukan terkait dengan kasus korupsi Wajo di mana saya pernah dipanggil sebagai saksi sudah sangat tendensius. Malah sudah mengarah pada intimidasi dan pemerasan,”kata Syahruddin, Selasa (1/3).
Syahar menyebutkan, sebagai mantan aktivis, dirinya berharap agar gerakan perubahan yang diusung tetap menjaga nilai kejujuran. “Tapi ini, saya yang katanya di demo, tapi setiap tindakannya disampaikan kepada saya melalui SMS. Minta bantuan dan minta agar saya menghentikan langkah mereka untuk melakukan aksi unjukrasa. Ini membuat saya tidak nyaman,” terang Syaharuddin yang juga Sekjend Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah.
Dia menyatakan, dirinya mengantongi bukti berupa SMS dan rekaman yang dinilai sebagai bentuk intimidasi dan pemerasan terhadap dirinya. “Bukti berupa SMS dan rekaman itu masih saya simpan. Saya juga ada dua orang saksi yang mengetahui dan mendengar langsung adanya permintaan uang pada diri saya,” tegasnya.
Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel ini mengaku telah melakukan konsolidasi dengan sejumlah organisasi pemuda dan tokoh pemuda di Sulsel terkait tindakan intimidasi dan dugaan pemerasan yang dialaminya. “Terkait dengan hasilnya, kami akan melakukan langkah hukum terhadap oknum yang tidak bertanggungjawab, yang telah melakukan tindakan dan membuat kami merasa terintimidasi. Membuat kami merasa tidak nyaman,” pungkasnya. (ita/rif)
Sekretaris Nasdem Sulsel Lapor Polisi Karena Diperas
×

