MAKASSAR, BKM–Dua ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Makassar yakni Jalaluddin Akbar dan HM Yunus belum mendapatkan pengakuan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Keduanya yang mengklaim telah menggelar Muscab sesuai aturan masih merampungkan struktur kepengurusan untuk dikirim ke DPP.
Kubu Yunus hampir merampungkan struktur dan akan menyerahkan ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Sulsel untuk diterukan ke DPP, sementara kubu Jalaluddin Akbar telah mengirim laporan ke DPP jika Muscab yang digelar Yunus di Hotel Phinisi dianggap sebagai Muscab rekayasa dari DPD. “Saya sudah laporkan Muscab rekayasa yang digelar DPD ke DPP, jadi saya terus berjuang melawan ketidakadilan DPD ini terhadap saya,”ujar Jalaluddin, Senin (7/3).
Terlebih lagi dengan niatan kubu Yunus yang sebelumnya menegur tiga legislator yang mendukung Jalaluddin kini berbalik. Legislator yang notebene loyalis Jalaluddin Akbar dalam kepengurusan Yunus, Akbar menegaskan, mereka dimasukkan secara sepihak.
Dia mengaku, jika masuknya nama mereka tanpa sepengetahuan kedua loyalisnya itu. “Itu sepihak, mereka yang masukkan,” kata Akbar.
Hal berbeda disampaikan HM Yunus bahwa dirinya tengah fokus menyelesaikan permasalahan bersama pengurus yang baru untuk membangun dan membesarkan partai. Menurutnya, tidak ada gunanya mempersoalkan tindakan Jalaluddin.
Dirinya bersama tim formatur sementara tahap penyelesaian dalam menentukan pengurus baru Hanura Makassar untuk periode 2016-2021 tanpa mau memusingkan tindakan yang diambil Jalaluddin yang masih mempersoalkan gugatannya ke DPD. “Saya tidak memusingkan apa yang dilakukan karena saya terpilih secara sah dan disaksikan kawan-kawan partai, yang jelas orang-orang yang pernah mau hancurkan ini partai, pasti kita tidak dilibatkan lagi, “pungkasnya. (ita/rif)
Jalaluddin dan Yunus Masih Berseteru
×

