pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Program Mappakasunggu Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

JENEPONTO, BKM — Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar memimpin langsung peluncuran Program Mappakasunggu (sejahtera) di Lapangan Passamaturukang, Bontosunggu, Senin (7/3).
Peluncuran Program Mappakasunggu disertai pencanangan program Pekan Imunisasi Nasional (PIN) tahun 2016 serta launching Kartu Sehat Indonesia (KIS). Acara ini ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh Bupati Jeneponto, Iksan Isandar disampingi Wakil Bupati Jeneponto, Mulyadi Mustamu, Ketua DPRD, Muh Kasmin, Kadis Kesehatan Sulsel, Rachmat Latif, Dekan Fakultas UKM Unhas, Zulkifly Abdulla para Muspida, pimpinan SKPD, camat, lurah, kades serta 2.000 orang penggiat kesehatan dan kader Posyandu se Jeneponto.
Peluncuran Program Mappakasunggu juga disertai penandatangan nota kesepahaman tentang Fiekd Labiratary dan pembagian KIS kepada 17.502 penerima.
Iksan dalam sambutannya mengatakan, sedianya jumlah penerima KIS di daerahnya 80.000 jiwa. Dia meminta agar dilakukan perbaikan data penerima untuk nantinya dibebankan ke APBD Jeneponto.
Iksan juga mengucapkan terima kasih kepada Kadis Kesehatan Sulsel dan Kadis Kesehatan Jeneponto serta seluruh jajarannya yang telah memprogramkan Mappakasunggu yang diharapkan bisa membawa kesejahteraan kepada masyarakat, khususnya menekan angka kematian ibu dan anak.
Sementara Kadis Kesehatan Jeneponto, Syafruddin Nurdin menjelaskan, program Mappakasunggu, kata Kadis bermakna sejahtera atau bisa diartikan membuat seseorang atau masyarakat menjadi sejahtera.
“Salah satu kegiatan kita mulai tahun ini adalah Ammuntuli Bijateanang atau menjemput saudara hamil dan Beja Beja atau bayi sebagai upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan Anak dan tidak ada lagi ibu hamil yang tidak terawasi dan didampingi oleh bidan desa mulai dari hamil sampai melahirkan, nifas dan menyusui sampai mencapai umur 59 bulan. Program ini juga dibackup dengan sistem pelaporan, PWS berbasis IT yang kita sebut dengan PWS KIA GAMMARA,” jelas Syafruddin Nurdin.
Semnatar untuk pencanangan PIN, kata dia berguna mengurangi risiko penularan virus polio dan untuk memastikan target imunitas polio yang cukup dengan cakupan diatas 95 persen.
“PIN dilakukan secara optimal dan merata pada kelompok umur 0 – 59 bulan yang akan berlangsung mulai 8 sampai 15 Maret 2016 dan berlangsung serentak di 18 Puskesmas di 113 desa dan kelurahan di Jeneponto,” jelasnya.
Dia menambahkan, jumlah sasaran balita sebanyak 30.516 orang, jumlah pos PIN 499 unit di masing-masing, Posyandu, Polindes, Poskesdes, Pustu, Puskesmas dan rumah sakit dengan jumlah kebutuhan vaksin mencapai 1.795.
Di tempat yang sama, Kadis Kesehatan Sulsel, Rachmat Latif mengatakan, program Mappakasunggu adalah terobosan baru yang menjadi acuan bagi Dinas Kesehatan Sulsel. Program mulai diterapkan dari Kabupaten Jeneponto, guna menekan angka kematian ibu dan anak. “Makanya saya sangat mengapresiasi program ini,” kata Latif. (krk-ril)



×


Program Mappakasunggu Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar