PANGKEP, BKM–Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pangkep menemukan sejumlah bukti pelanggaran yang dilakukan anggota fraksi PKS DPRD Pangkep Suarman Natsir pada Pemilukada lalu.
Hanya saja, PKS masih belum ingin membeberkan apa saja bukti pelanggaran Suarman selama ini.
Sebelumnya, PKS Pangkep mengumpulkan bukti pelanggaran yang dimaksudkan sebagai dasar untuk memproses Pergantian Antar Waktu (PAW) Suarman Natsir. Rencana PAW tersebut didasarkan pada sikap Suarman yang melawan keputusan politik partai saat Pemilukada yang mendukung Syamsuddin Hamid-Syahban Sammana (Sahabat Sejati).
Ketua DPD PKS Pangkep, Haris Abdullah mengaku sudah mendapatkan bukti pelanggaran Suarman. Ia mengakui banyak menerima laporan dari kader PKS di Kecamatan Mandalle yang merupakan domisili Suarman, tentang pengkhianatan terhadap keputusan partai yang mengusung Sahabat Sejati, namun lebih memilih pasangan cabup lain yakni HA Rahman Assegaf-Kamrussamad (HarapanKu). “Ada indikasi, ada kabar dari teman-teman di Mandalle bahwa Suarman tidak mendukung Sahabat tapi mendukung Harapan. Nah sekarang tim sedang mengumpulkan semua bukti atas indikasi tersebut. Kalau sudah terkumpul dan terbukti isu itu benar pasti kita proses PAWnya,” tegas Haris, baru-baru ini.
Haris memastikan jika Suarman akan membantah isu ini. Sebab, kata Haris, Suarman sangat paham konsekuensi melawan keputusan partai di PKS. Untuk itu ia mengatakan sangat serius memproses hal ini karena dalam tubuh PKS, keputusan partai harus diikuti seluruh kader tanpa terkecuali. “Kejadian
seperti ini jarang di PKS, sangat langka. Karena sudah menjadi tradisi di PKS untuk menaati setiap keputusan dari atas. Makanya kita serius, sangat serius, tunggu saja perkembangannya,” ujarnya.
Senada dengan Haris, mantan Ketua DPD PKS Pangkep, Sofyan Amir mengatakan, pelanggaran Suarman dengan tidak mendukung keputusan partai adalah pelanggaran berat yang tidak bisa ditorelir di PKS.
Selain mempersoalkan sikap malawan Suarman, Sofyan yang kini menjabat ketua Bappilu PKS Pangkep,
mengungkapkan bahwa Suarman tidak aktif mengikuti kegiatan partai sebagai bentuk loyalitasnya terhadap partai. “Bukan hanya kontribusi materi. Di PKS itu semua kader apalagi kalau dia anggota dewan, wajib mengikuti kegiatan partai, seperti pengajian, kalau Suarman jarang sekali ikut.
Mantan anggota Legislatif dan juga Sekretaris PKS, Ardy mengakui dirinya juga sudah mendapatkan laporan itu, namun pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti pendukung, memang di PKS itu 1 komando, “Apapun keputusan partai semua kader harus mengikuti, bahkan saya saat menjadi anggota dewan, begitu juga, kita di PKS 1 komando dan kata, semua kader harus taat,”pungkasnya. (leo/rif/c)
Jelang PAW Suarman PKS Pangkep Temukan Bukti Pelanggaran
×

