MAKALE, BKM — Bencana alam longsor terus menghantui aktifitas masyarakat Tana Toraja maupun Toraja Utara, bahkan telah membawa korban jiwa membuat pemerintah dua kabupaten bertetangga tersebut menghimbau masyarakatnya lebih waspada.
Beberapa pekan terakhir ini longsor terjadi ditempat berbeda membuat masyarakat terisolir dan membutuhklan bantuan sebab akses jalan terputus.
Selain di Buntu Sisong, juga di Masanda, dan terakhir di Sangbua Batupapan Tana Toraja. Demikian pula di Toraja Utara bencana longsor selain di Tanete Lambe Kapala Pitu menelan korban jiwa Kristina, juga di Liku Lambe Sa`dan korbannya Ne`Pande.
Selain itu longsor serupa di poros Rantepao-Sa`dan, dan terakhir di jalan poros Rantepao-Palopo yang sempat membuat arus lalulintas putus total karena badan jalan tertimbun material longsor, dan sebagian di beberapa titik badan jalan amblas hingga puluhan meter kedasar jurang.
Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae prihatin dengan kondisi ini. Kepada BKM, Sabtu (12/3) dia menjelaskan, menghadapi curah hujan intensitasnya cukup tinggi, SKPD terkait dan Forum Komunikasi Daerah menjalin kerja sama.
Membantu masyarakat tertimpa bencana Forum Muspida jangan ragu dan bertindak mengambil langkah penanganan darurat, silahkan berkreasi sebab standar prosedur sudah ada di masing-masing unit kerja dan instansi.
Masyarakat tertimpa bercana butuh tindakan cepat dan tepat, sehingga kemampuan dan ketangkasan tanggap darurat di personil TNI dan Polres jauh lebih siap dibanding SKP daerah.
Hal ini dibuktikan Dandim 1414 Tator longsor di Sangbua Batu Papan Makale, Kamis (10/3) lalu hanya menghitung jam jembatan darurat dari batang pohon kelapa sudah selesai untuk dilalui roda dua.
Selama Toraja darurat bencana, lanjut Nico, masyarakat bersama pemerintah lembang dan camat lebih proaktif melaporkan setiap kejadian, pasalnya Toraja tujuan utama pariwisata aktipitas wisatawan tidak boleh terganggu sehingga pemerintah daerah memberi perhatian serius.
Ketua Komisi III DPRD Tana Toraja Kristian Lambe, hasil kunjungan dibeberapa lokasi longsor ditemukan seringnnya lamban tanggap darurat dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Hal ini terjadi tentu disebabkan beberapa paktor, selain BPBD belum memiliki alat berat, juga tenaga belum dilatih keterampilan, sehingga kekuranga terjadi di BPBD bupati hendaknya memberi perhatian. (gus/C)
Warga Diminta Tetap Waspada
×

