pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Berjalan Mencari Botol Bekas Hingga Berkilo-kilometer

Ratna Madawi, Nenek Renta Yang Bertahan Menjadi Payabo (1)

LANGIT pagi di Kota Makassar terlihat mendung. Di cuaca yang tidak bersahabat itu, tampak seorang wanita tua yang bertubuh renta tertatih menyelusuri Jalan Rajawali.

Sosok tua itu masih bertahan dengan semangat yang tak pernah padam. Dia adalah Ratna Madawi (90) tahun, seorang payabo (pemulung sampah) yang bertahan hidup di tengah gemerlapnya ibukota Provinsi Sulsel itu.
Seharusnya di masa tuanya, dia habiskan dengan beristerahat dan bermain bersama cucu-cucunya dalam sebuah kebersamaan.
Tapi apa mau dikata, beban ekonomi mengharuskan Ratna Madawi berjuang keras bekerja mencari sesuap nasi, meski rela berjalan kaki berkilo-kilometer untuk mengumpulkan barang bekas berupa botol atau gelas plastik yang dia dapat dari tempat sampah maupun dipinggir jalan.
Setiap hari ketika jarum jam menunjukkan pukul 06:00 wita, wanita sederhana dan ramah itu sudah bergegas keluar dari rumah kecil dan tak terawat di Jalan Rajawali.
Hanya mengenakan sepasang sendal jepit yang sudah tipis, jilbab pink dan baju terusan berwarna gelap dengan motif bunga yang juga terlihat sudah cukup kusam, Ratna panggilannya, menyusuri ruas jalan dan sesekali memadangi got untuk memungut botol bekas.
Jari-jarinya yang sudah keriput dan gemetar, adalah saksi jika wanita tua itu tetap tegar menapaki hidup dari hari ke hari. Jari-jari itupun penuh semangat memungut botol maupun tempat minuman gelas yang dibuang oleh pemiliknya.
Bahkan beberapa hari belakangan, penulis pernah melihat sosok wanita tua itu sibuk “berkelahi” dengan lalat-lalat di tempat sampah yang berada di sekitar Pasar Butung Makassar.
Bahkan tidak ada lagi perasaan jijik untuk memungut botol dan gelas plastik dari tumpukan tempat sampah basah yang banyak dihuni cacing dan lalat.
Saat ditemui penulis di sebuah emperan lods di Pasar Butung, dengan sangat keibu-an, Ratna Madawi sempat menceritakan kisah hidupnya pada zaman penjajahan Belanda dulu, dimana dia menjadi salah seorang pembantu rumah tangga di sebuah rumah tentara Belanda.
Sambil meneguk minuman dingin dan membasahi bibir keringnya, wanita tua asal Desa Duri, Kabupaten Enrekang ini juga mengaku jika sampai saat ini dia tinggal bersama anaknya di rumah kontrakan tersebut di Jalan Rajawali.
Dia mulai tinggal bersama anaknya setelah ditinggal mati suaminya 30 tahun yang lalu.
Karena tidak ingin merasa dirinya hanya menjadi membebankan anaknya, dia terpaksa ikut membantu mencari uang untuk biaya hidup mereka.
“Anak saya hanya seorang pembantu rumah tangga, penghasilannya pas pasan, mana untuk uang makan ditambah biaya sekolah anaknya, Jadi saya memilih untuk bantu mereka juga. Apalagi-kan saya ini numpang tinggal di rumahnya, jadi mau tidak mau selagi saya masih kuat, saya tetap harus semangat mencari rezeki,” ungkapnya.
Dia juga mengaku, penghasilan menjadi payabo terbilang lumayan. Sehari bisa mengantongi uang Rp15 ribu. Belum lagi, jika ada warga yang berbelas kasihan dan memberikan uang,” kata Ratna dengan nada yang sedikit kurang jelas. (arf)



×


Berjalan Mencari Botol Bekas Hingga Berkilo-kilometer

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar