PAREPARE, BKM – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare tahun ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,6 miliar untuk Institut Teknologi Habibie (ITH) Parepare. Anggaran ini diperuntukkan untuk operasional enam program studi (prodi) di ITH sebagai keilmuan awal yang akan diajarkan di perguruan tinggi ini.
Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe menjelaskan, dengan anggaran itu, maka setiap prodi akan menerima Rp600 juta. “Ada enam prodi dan setiap prodi kita sudah siapkan dalam APBD tahun ini Rp600 juta. Jadi, total untuk enam prodi Rp3,6 miliar,” kata Taufan kepada wartawan di sela-sela pembongkaran pintu air saluran drainase Lakessi di sekitar Masjid Taqwa, Minggu (13/3).
Selain anggaran operasional, Pemkot Parepare juga berencana melanjutkan pembangunan gedung Rektorat awal ITH di eks gedung Pemuda yang telah dihibahkan BJ Habibie untuk ITH.
Di tempat sama, Kepala Bappeda Parepare, H Zahrial Djafar menjelaskan, anggaran pembangunan gedung ini telah tersedia dalam APBD Kota Parepare tahun anggaran 2016 sebesar Rp1 miliar.
Sebelumnya, tahun 2015 Pemkot juga mengalokasikan anggaran Rp1 miliar untuk gedung Rektorat ITH di eks. Gedung Pemuda. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan fisik utama gedung, termasuk atap.
Di tahun yang sama, Pemkot Parepare juga mengalokasikan anggaran Rp1 miliar untuk pembangunan gedung perkuliahan awal ITH di eks Gedung DPRD Kota Parepare. Namun anggaran ini tidak semua terserap.
Kata Zahrial hanya Rp800 juta lebih yang terpakai, selebihnya kembali ke negara. Sementara untuk tahun ini, terang Zahrial, anggaran Rp1 miliar yang dialokasikan untuk gedung Rektorat awal ITH akan diperuntukkan untuk membuat sekat ruangan dan finalisasi fisik bangunan.
Sementara itu, merespon niat JICA Jepang untuk membantu pembangunan kampus ITH di Lemoe, Kecamatan Bacukiki, Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, mengatakan, kerjasama dengan JICA akan dilakukan setelah regulasi yang mengatur kerjasama seperti ini jelas.
Taufan mengatakan, Pemkot mengharapkan kerjasama dengan JICA dilakukan dalam jangka panjang, sebagaimana juga menjadi harapan JICA. “Saya kira bagus kalau dalam jangka pajang. Mereka harapkan 25 hingga 30 tahun,” kata Taufan.(smr/c)
Pemkot Gelontorkan Rp3,6 M untuk Enam Prodi ITH
×

