LUWU, BKM — Sudah tigak pekan operasi simpatik digelar di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Luwu, Sulsel. Selama tiga pekan ini, Satuan Lalulintas Polres Luwu mengeluarkan 148 blangko teguran kepada pengendara yang melanggar dan empat pelanggar ditilang.
Memang pada operasi simpatik kali ini, polisi tidak langsung menilang. Hanya pelanggaran berat yang ditilang. Untuk pelanggaran ringan, polisi hanya memberikan teguran dengan memberikan blangko teguran kepada para pengendara.
Seperti yang dilakukan salah satu anggota Satlantas Polres Luwu, Briptu Ilham saat operasi simpatik di Jalan Topoka, Belopa, Senin (14/3). Saat operasi ini, Briptu Ilham mengingatkan beberapa pengendara yang tidak menggunakan helm berlogo SNI.
“Demi keselamatan pengendara, mohon gunakan helm penganaman standar SNI Pak,” ujar Briptu Ilham kepada salah satu pengendara roda dua.
Sementara itu, Kaur Minta Satlantas Polres Luwu, Bripka Erwin melaporkan, selama tiga pekan operasi simpati untuk tindakan langsung (tilang) sebanyak empat pelanggar sedang yang ditindak berdasarkan blangko teguran sebanyak 148 pelanngar. “Untuk kasus lakalantas nihil,” katanya.
Kepala Satuan (Kasat) Lalu Lintas (Lantas) Polres Luwu, AKP Ahmad menjelaskan, pada operasi simpatik kali ini aasaran utamanya yakni revitalisasi kawasan tertib lalu lintas (KTL). “Yang jelas, kita ingin terus menggaungkan KTL di poros jalur dua kompleks perkantoran Bupati Luwu,” kata AKP Ahmad, kemarin.
Ia mengatakan, selama razia petugas memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat. Petugas juga menyasar kelengkapan kendaraan, seperti spion, knalpot, helm, ban standar dan spesifikasi sepeda motor yang tidak sesuai aturan.
“Dalam Operasi Simpatik 2016 ini, kita fokuskan pada pembinaan dan penyuluhan. Namun demikian, tetap kita lakukan penindakan, akan tetapi formulanya sekitar 10 persen, himbauan 10 persen, kemudian tilang juga 10 persen,” katanya.
Kasat Lantas menambahkan, selama ini, banyak hal yang perlu diperbaiki. Contohnya kesemrawutan yang terjadi di depan terminal Kota Belopa. “Kami bersama dinas terkait akan turun untuk melakukan sosialisasi terkait operasi simpatik. Dengan Operasi Simpatik,diharapkan KTL dapat berfungsi kembali dan angka kecelakaan dapat diminimalisir,” tandas mantan Kanit Regident Samsat Luwu ini. (wan/c)

