GOWA, BKM — Pemerintah Kabupaten Gowa akan mengutus 10 siswa SMP terbaiknya untuk mengikuti program Fastrack dari Yayasan Putra Sampoerna. 10 siswa SMP terbaik Gowa ini nantinya akan mengikuti jenjang pendidikan di Universitas Siswa Bangsa Internasional atau Sampoerna University hingga mendapat gelar insinyur.
Penandatangan nota kesepahaman program ini akan dilakukan pihak Putera Sampoerna Foundation, Ari Kunwidodo selaku Director of Sales dengan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan pada akhir Maret ini di gedung Yayasan Putera Sampoerna di Jakarta.
Kadis Pendidikan Olahraga dan Pemuda Kabupaten Gowa, H Idris Faisal Kadir mengatakan, program Fastrack yang merupakan program jalur pendidikan tercepat dan paling efektif dari universitas negeri asal Amerika Serikat yang memungkinkan anak meraih predikat tertinggi dalam waktu dua tahun paling singkat.
“Untuk program Fastrack ini, Kabupaten Gowa akan mengirim 10 siswa SMP predikat terbaik. Ke-10 siswa sekolah lanjutan pertama yang dikirim ini akan menjalani sekolah jenjang pintas sambil kuliah hingga diwisuda mrnjafi sarjana muda bertitel Insinyur Teknik,” Katanya, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (16/3).
Usia lulus dari program ini, para siswa tersebut akan langsung kontrak kerja dengan Sampoerna dan akan ditempatkan di seluruh perusahaan Sampoerna dan mitra perusahaan Sampoerna baik yang ada dalam negeri maupun luar negeri.
“Jadi mereka memang adalah generasi siap pakai dengan gaji cukup tinggi. Gaji seorang anak ini juga akan dipotong 30-40 persen untuk membiayai calon mahasiswa yang sama dari Gowa. Jadi masing-masing menarik satu orang lagi kelak,” sambung Idris.
Dia menambahkan, program Fastrack merupakan pengembangan dari program investasi sumber daya manusia seperempat abad yang telah digelontorkan Pemkab Gowa sejak kepemimpinan Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo yang kemudian dilanjutkan kembali oleh bupati kini, Adnan Purichta Ichsan yang juga putra Ichsan Yasin Limpo.
Dia menjelaskan, perekrutan calon 10 siswa SMP terbaik yang akan mengikuti program ini akan segera dilakukan melalui tes yang dilaksanakan secara langsung oleh pihak Putera Sampoerna Foundation. Dan Pemkab Gowa akan memulai pada tahun ini dengan kesiapan anggaran sharing yang telah dialokasikan dalam APBD tahun 2016.
“Ini memang sudah menjadi perencanaan matang sehingga penganggarannya pun telah kita alokasikan dalam APBD tahun 2016 ini. Untuk anggaran pendidikan Gowa pada APBD 2016, kita kembali dialokasi sebesar 21,4 persen,”sebut Idris.
Adpun tes untuk siswa SMP calon peserta program Fastrack ini akan diikuti 3 orang siswa masing-masing rangking 1,2,3 dari sekolah pendaftar. Dari hasil tes ini, hanya satu orang yang berkesempatan lulus tentunya dengan nilai tes tertinggi.
Program Fastrack ini baru dijalani oleh para siswa di wilayah DKI sementara wilayah luar DKI yang melaksanakannya adalah Kabupaten Gowa. Jadi Kabupaten Gowa pelaksana kedua setelah DKI.
Dia juga menjelaskan, sanksi administratif yang akan diberlakukan kepada siswa program Fastrack akan sama dengan program Investasi SDM Seperempat Abad.
“Bagi siswa yang ternyata tidak meneruskan kuliahnya dikarenakan bukan faktor kecelakaan atau meninggal dunia maka orangtua siswa akan dikenai sanksi mengembalikan pembiayaan pendidikan tersebut sebesar tiga kali lipat kepada Pemkab Gowa,” jelasnya.
Alasan sanksi wajib pengembalian anggaran sebab dalam program ini Pemkab Gowa juga melakukan sharing anggaran dengan pihak Sampoerna melalui APBD. Karena itu, siswa yang putus kuliah tanpa alasan jelas akan menerima sanksi denda pengembalian anggaran pendidikannya.
“Sebab dana yang dipakai adalah uang negara. Per orang itu pembiayaannya berkisar Rp85 juta rupiah per bulan dengan total pembiayaan pertahunnya untuk 10 peserta berkisar Rp1,2 miliar lebih,” kuncinya. (sar-ril)
10 Siswa SMP Digodok Jadi Insinyur
×

