MAKALE, BKM — Pemkab Tator tak akan memberi ampun bagi para rekanan bermasalah yang tidak becus menyelesaikan pengerjaan proyek di daerahnya.
Wabup Tator Viktor Datuan Batara saat menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak), Rabu (16/3) menemukan banyak bengkalai di sejumlah proyek milik Pemkab. Banyak proyek yang belum selesai seperti pemasangan tegel, los, toilet dan instalasi listrik.
Viktor makin dibuat kesal saat tahu kondisi bangunan yang dikerjakan terkesan asal jadi. ”Dipukul sedikit saja dengan palu, seluruh material langsung terbongkar. Dari sekian banyak proyek ditinjau dan pengerjaan masih berjalan hingga Maret 2016 semuanya asal jadi. Jauh dari harapan,” tegas Viktor, Kamis (17/3).
Khusus pembangunan pasar Makale, realisasi anggaran sudah mencapai 80 persen tapi fakta menunjukan pengerjaan proyek sangat amburadul. ”Apa kerjanya konsultan dan PPK, kondisi bangunan amburadul dan Pemkab akan mengambil langkah tegas. Proyek yang tidak sesuai dengan kondisi fisik bangunan dan ditemukan ada unsur unsur korupsi akan diserahkan kepada Kejari untuk dilakukan penyelidikan,” tegas Wabup.
Wabup mengaku pihaknya tidak mau mewarisi ketidakberesan pemerintahan sebelumnya. Kontraktor hanya mengutamakan keuntungan pribadi tanpa memperhatikan kualitas proyek.
Pembangunan Pasar Makale tahun 2015 menelan anggaran Rp 8 miliar dari APBN dan APBD dibawa bendera CV Susi Rahmadani selaku kontraktor. Namun hingga batas waktu Maret 2016 pengerjaan belum selesai.
Amburadulnya proyek tahun 2015 jelas Wabup karena adanya pengaturan rekanan dengan PPK dan Kadis sehingga anggaran digelontorkan pemerintah baik APBD maupun APBN tapi hasilnya sia-sia dan tidak memberi manfaat bagi masyarakat. (gus/C).
Coret Rekanan Bermasalah
×

