SENGKANG, BKM — Peredaran narkoba di Kabupaten Wajo kian tak terkendali, bahkan peredaran barang haram itu sudah masuk dalam tahap memprihatinkan. Hal ini diukur dari jumlah pengungkapan narkoba di Wajo yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
“Saya tidak bisa mengatakan, apakah ini darurat narkoba atau tidak, yang jelas narkoba di Wajo sudah sangat memprihatinkan, ini terbukti dari pengungkapan yang kita lakukan, dari tahun 2014 ke tahun 2015 mengalami peningkatan,” kata Kapolres Wajo AKBP M Guntur, Jumat (18/3).
Untuk menekan peredaran narkoba di wilayahnya Polres gencar melakukan sosialisasi atas bahaya narkoba. Kini, sudah ada program ayo berantas narkoba yang telah dijalankan hingga ke kecamatan di Kabupaten Wajo.
“Bulan depan kita akan masuk sekolah melakukan sosialisasi bahaya narkoba,” ujar Kapolres.
Siapun orangnya akan di tindak tegas, sekalipun itu perwira polisi, atau anggota polisi.
“Jangankan anggota, seorang perwira yang kita curigai menggunakan narkoba, saya langsung test urin, dan ternyata terbukti, perwira tersebut dicopot dari jabatannya dan menjalani proses sidang disiplin. Polisi lainnya berpangkat brigadir juga diproses terkait narkoba. Jadi saya tekankan, ga ada main-main dengan yang namanya narkoba,” tegasnya.
Bupati Wajo Adi Burhanuddin Unru menegaskan akan memecat PNS apabila terbukti terlibat narkoba.
“Saya tidak tanggung-tanggung. Sanksinya adalah pemecatan bagi PNS narkoba karena ini menyangkut marwah dan wibawa PNS sebagai aparatur negara,” tegas Bupati.
Data dari Satuan Narkoba Polres Wajo menyebutkan, tahun 2015 terdapat 86 kasus dengan 116 tersangka, tiga diantaranya tersangka perempuan. Sementara barang bukti sabu yang diamankan sebanyak 188, 1910 gram, ganja 3 linting dan ekstasi 2 butir. Sementara untuk tahun 2016 hingga per tanggal 17 maret, sudah ada 17 kasus dengan 31 tersangka. (ilo/C)
Narkoba di Wajo Makin Parah
×

