MAROS, BKM — Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Maros menggelar kegiatan sikat gigi massal yang diikuti 1100 murid di dua sekolah, yakni SD Bontoa dan SD Hasanudin, Kecamatan Mandai, Rabu (23/3).
Ketua Panitia Penyelenggara, Drg Wiwik Elnangti mengatakan, kegiatan sikat gigi massal tersebut digelar dalam rangka memperingati hari kesehatan gigi mulut sedunia. Perhelatan sikat gigi massal ini sengaja mengikutkan murid SD sebagai pesertanya, karena untuk meningkatkan kesehatan gigi masyarakat dimasa akan datang yang harus dimulai dari level anak-anak.
Pada kegiatan tersebut, PDGI Cabang Maros hanya menagetkan 800 murid, namun minat peserta membludak sehingga peserta mencapai 1.100 murid. Kedepannya, PDGI menargetkan kegiatan sikat gigi massal dengan melibatkan semua sekolah tingkat dasar di Kabupaten Maros.
“Tahun ini pihaknya hanya mengikutkan dua sekolah saja dalam sikat gigi massal itu, hal itu karena terbentur pada anggaran. Karena anggarannya belum cukup, makanya kami pilih dua sekolah saja. Tahun depan kami targetkan untuk mengikutkan semua sekolah SD yang ada di Maros,” katanya.
Pantia PDGI juga telah mendatangi semua sekolah dan perkampungan yang ada di Maros. Mereka mengajarkan cara bersikat gigi yang benar dan melibatkan orangtua murid masing- masing. PDGI juga menggelar lomba dokter kecil, pemeriksaan gigi secara gratis dan beberapa kegiatan lainnya.
“Dulunya kesadaran orangtua tentang pentingnya menjaga gigi anaknya sangat minim. Dia membiarkan sendiri anaknya bersikat gigi, makanya hasilnya kurang maksimal,” ujarnya.
Asisten II Pemkab Maros, Alfian Amri yang hadir dalam kegiatan ini mengapresiasi kegiatan sikat gigi massal yang digelar pihak PDGI. “Kami sangat menghargai acara ini, kami mendukung. Kedepannya kami akan membantu dokter gigi. Dana desa bisa digunakan untuk kesehatan desa,” ucapnya. (ari-ril)
1.100 Murid SD Sikat Gigi Massal
×

