PASANGKAYU, BKM — Puluhan masyarakat Desa Lariang, Kecamatan Tikke Raya, mendatangi kantor DPRD Mamuju Utara (Matra), Senin (21/3). Mereka datang mempersoalkan bantuan pangan untuk korban banjir dari pemerintah yang terlambat disalurkan kepala desa (Kades) Lariang. Puluhan masyarakat ini diterima langsung anggota Komisi I, Ikram Ibrahim, Ketua Komisi II, Saifuddin Andi Baso, dan beberapa anggota DPRD Matra lainnya.
Hadir pula perwakilan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Matra, BPBD Matra, camat Tikke Raya, dan Kades Lariang. Dalam rapat dengar pendapat (RDP) ini, perwakilan masyarakat, Nonci, mempertanyakan alasan keterlambatan pembagian bantuan pangan tesebut. Ia menuding ada muatan politik di balik keterlambatan itu.
”Sudah 17 hari setelah banjir baru ada bantuan kami dapat. Itu pun setelah kami mengadukan persoalan ini ke DPRD. Ada apa seperti ini?” tanyanya kepada Kades Lariang.
Sempat terjadi ketegangan dalam RDP ini. Sebab Kades Lariang, Andi Firdaus, tidak terima dituding memiliki kepentingan politik di balik penundaan bantuan itu. Kata dia, keterlambatan bantuan lebih pada persoalan teknis. Andi Firdaus malah menuding balik, kalau masyarakat yang mengadulah yang justeru sepertinya ditunggangi kepentingan politik.
”Saya sudah salurkan semua kepada penerima bantuan sesuai perintah Dinsosnakertrans. Keterlambatan terjadi karena kepala dusun saya sedang ada halangan. Dia lagi berduka,” jelasnya.
Untungnya, pimpinan RDP, Ikram Ibrahim, segera menengahi perdebatan itu. Ia pun menarik kesimpulan bahwa persoalan yang diadukan sesungguhnya telah selesai. ”Saya minta sama-sama bijaklah dalam persoalan ini. Pak Kades harus bijak dalam menjalankan kewenangannya. Demikian juga masyarakat, saya minta harus memahami pak Kadesnya,” imbuhnya.
Ia juga berpesan, agar persoalan masyarakat seperti ini, bisa diselesaikan ditingkat desa dengan melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) ataupun diselesaikan ditingkat kecamatan. (ala/mir/c)
Kades Lariang Lambat Salurkan Bantuan
×

