GOWA, BKM — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan bersama Direktur Fundraising Putra Sampoerna Foundation, Ari Kunwidodo menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) program Fastrack, Rabu (23/3) di Sampoerna Strategic Square Jakarta.
Program pemberian beasiswa bagi 10 siswa asal Gowa nanti ini merupakan nota kerjasama bidang pendidikan yang merupakan pengembangan dari program Investasi SDM Seperempat Abad yang digelontorkan Pemkab Gowa sejak tahun 2015.
Kerjasama yang dilakukan Pemkab Gowa bersama Putra Sampoerna Foundation (PSF) yang akan memilih 10 siswa-siswi terbaik asal Kabupaten Gowa untuk mengikuti inovasi pendidikan Sampoerna yang didanai berdua oleh Pemkab Gowa bersama PSF untuk mengikuti program pendidikan tercepat selama lima tahun dari jenjang tamatan SMP menuju bangku perkuliahan.
Mereka yang terpilih nantinya akan mengikuti pendidikan di Sampoerna Academy Boarding School di Bogor dan akan mulai belajar pada tahun ajaran 2016 ini. Setelah itu, para siswa tersebut akan lanjut ke Sampoerna University dengan pilihan jurusan teknik mesin atau teknik industri.
Sebelum penandatanganan, Adnan malah menantang PSF untuk memberi kesempatan yang lebih banyak bagi anak-anak Gowa untuk ikut dalam program ini. “Saya berharap Putra Sampoerna Foundation memberi kesempatan lebih dari 5 siswa saja. Pemkab Gowa akan mendukung sepenuhnya dan kerjasama ini tidak cuma untuk ini saja namun berkelanjutan,” kata Adnan yang dalam kegiatan penandatanganan itu didampingi Ketua DPRD Gowa, H Ansar Zainal Bate dan Kepala Dinas Pendidikan Olahraga dan Pemuda Gowa, H Idris Faisal Kadir serta sejumlah pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa yang turut dalam kegiatan tersebut.
Program yang dibuat oleh PSF merupakan program lima tahun untuk merekrut putra-putri lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Merupakan upaya percepatan untuk menciptakan insinyur-insinyur handal dengan kompetensi internasional. Selama kurun waktu lima tahun diharapkan mampu mencetak insinyur untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi terutama dalam era Masyarakat Ekonomi Asia (MEA).
Menurut Arie Kunwidodo, tenaga yang dibutuhkan yang memiliki leadership, daya saing global dan keterampilan STEAM (Sains, Technology, Enginner, Art and Match) yang menjadi keinginan dari program ini. ”Hasil mapping tahun 2020 kita membutuhkan 175 ribu insinyur sedangkan kita hanya mampu menghasilkan 42 ribu untuk proyek infrastruktur Indonesia. Ketimpangan ini menyebabkan tenaga asing akan menyerbu negara kita. Karena itulah kita lakukan pendidikan ini guna merekrut tenaga muda yang lebih profesional asal dalam negeri sendiri,” jelas Arie Kunwidodo.
Pelajar Gowa sangat beruntung dengan terciptanya kerjasama antara Pemkab Gowa dan PSF. Kerjasama yang dijalin Pemkab Gowa ini merupakan pertama di wilayah Sulsel. Selama ini kerjasama Yayasan Sampoerna hanya telah terjalin dengan BUMN, perusahan swasta dan Pemkab di beberapa daerah di Indonesia.
Tim Sampoerna bersama Dinas Pendidikan, Olahraga dan Pemuda (Dikorda) Kabupaten Gowa akan memulai tahap sosialisasi di Gowa pada 28 Maret mendatang. Mereka yang diberi kesempatan ikut seleksi merupakan pelajar SMP kelas 3 dengan nilai rata-rata 8 (delapan). Seleksinya terdiri dari seleksi dokumen, akademik, wawancara dan Focus Group Disscusion (FGD). Pengumuman bagi siswa yang berhak ikut program ini dilakukan sebelum pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMP.
Beasiswa yang diberikan merupakan beasiswa penuh, mereka kelak yang terpilih bukan sekadar didukung kompetensi namun juga memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar. ”Pelajar akan diasramakan di boarding school milik PSF di Bogor dan akan belajar bersama dengan anak-anak dari provinsi lainnya dari seluruh Indonesia. Bahkan biaya transportasi pulang ke kampung halaman selama dua kali dalam setahun masuk dalam tanggungan beasiswa ini,” jelas Kadis Dikorda Gowa,H Idris Faisal Kadir. (sar-ril)
Adnan Teken MoU Fastrack Sampoerna
×

