pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pembangunan GOR Parepare Kandas

PAREPARE, BKM — Pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Parepare kandas ditengah jalan. Akibatnya anggaran dari pos Dana Alokasi Umum (DAU) dan ADD senilai Rp 3,3 miliar sia-sia.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irwan Azis
saat dikonfirmasi BKM kemarin menjelaskan GOR mulai dibangun tahun 2006. Anggaran tahap pertama mencapai Rp 998 juta dari pos ADD. Pembangunan dimulai 30 November 2006-Maret 2007 dengan volume pekerjaan pemasangan pondasi, beton lantai dasar dan lantai atas.
Tahap dua, kelanjutan pembangunan dianggarkan melalui DAU tahun 2010 senilai Rp. 4,6 miliar. Pelaksanaan pembangunan mulai 9 Agustus 2009- Februari 2010 dan dilaksanakn PT Nuraya dengan volume pekerjaan meliputi pagar, pos jaga dan taman.
”Belum selesai dikerja saya dimutasi ke Dishub dan Kkadis PU kala itu, Achmad Faisal Andi Sapada diplot sebagai Asisten II Pemkot Parepare,” jelas Irwan.
Kadis PU yang baru Imran Ramli dan PPK Solihin melanjutkan pembangunan GOR. ”Saya tidak tau lagi selanjutnya karena saya sudah pindah,”katanya.
Saat itu jelas Irwan, dirinya pernah dipanggil Kejari terkait kasus ini tapi tidak lanjut hingga kini entah apa masalahnya.
Saat BKM mengkofirmasi ke Solihin mantan PPK Dinas PU Parepare melalui ponselnya di Dinas PU Batu Licin Kaltim, Senin (28/3) menuturkan dirinya tidak terlalu banyak tau hal itu. Pihaknya hanya melanjutkan pekerjaan sebelumnya yang sudah berjalan.
”Jadi tanyaki sebelum saya, karena saya hanya melanjutkannya, apalagi saya sudah di Kalimantan sekarang pindah tugas,”terangnya.
Sedangkan mantan Kadis PU, Imran Ramli mengaku hanya melanjutkan pembangunan tahap dua dengan anggaran Rp 4,6 miliar. Tapi yang digunakan hanya Rp 2,4 miliar. Sisanya Rp. 1,3 miliar lebih di kas Dinas PU.
”Itu tidak dihabiskan karena devisit. Jadi yang terpakai hanya Rp 2,4 miliar lebih sampai posisi sekarang bangunan dan atap,”jelasnya.
Karena defisit, Imran tidak melanjutkan pembangunan persoalan lahan belum dibebaskan. Pemilik lahan Puang Ali meminta lahanya dibayarkan namun tidak terbayar.
”Saya tidak lanjutkan pembangunan karena lahanya belum dibebaskan,” jelasnya lagi.
Namun, Irwan Asiz dan Achmad Faisal Andi Sapada mengatakan pembebasan lahyan GOR tidak masalah kecuali yang dekat bangunan yang diklaim Puang Ali sebagai pemilik tanah. ”Mestinya memang dibebaskan dulu tanahnya semua sehingga tidak ada masalah. Tapi untuk lebih tahu masalah lahan lebih baik hubungi pak Latief selaku Kabag Pemerintahan saat itu,”tuturnya.
Mengenai dana dari Kemenpora A Alfian Mallarang menurut Imran yang nilainya Rp 5 miliar hanya digunakan perawatan pembangunan Stadion Gelora Mandiri Parepare.
Direktur Institute Kebijakan Rakyat (IKRA) Uspa Hakim mengatakan pembangunan GOR yang kini terbengkalai harus jelas siapa bertanggungjawab.
”Siapa yang harus bertanggungjawab mengenai pembangunan GOR yang terbengkalai selama 10 tahun. Kejaksaan harus serius menangani kasus GOR dan tidak boleh tebang pilih. (smr/C)



×


Pembangunan GOR Parepare Kandas

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar