MAKASSAR, BKM — Melewati triwulan 1 tahun 2016, realisasi keuangan dan program fisik yang masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulsel tahun 2016 masih berjalan lamban.
Data dari Biro Pembangunan Sulsel, Pemprov Sulsel, realisasi anggaran keuangan masih sekitar Rp853 miliar dari total APBD 2016 Rp6,7 triliun.
Nilai itu presentasenya sekitar 12,7 perse untuk realisasi keuangan. Sementara untuk program fisik baru sekitar 19 persen.
Kepala Biro Pembangunan Sulsel, Malik Faisal mengatakan, capaian realisasi itu sebenarnya sudah lebih bagus dibanding beberapa provinsi lain. Dimana Sulsel realisasinya secara umum hampir mencapai target, yakni 20 persen.
Dia mengemukakan, per April ini, lompatan atau progres penyerapan anggaram dan realisasi keuangan lompatannya cukup bagus.
“Kurang dari dua minggu terakhir, lompatannya sangat bagus, sekitar 5 persen. Sisa anggaran kita memasuki triwulan kedua sekitar Rp5,8 triliun lebih,” kata Malik Faisal di Kantor Gubernur Sulsel pekan lalu.
Menurutnya, dengan kondisi realisasi fisik yang sudah sekitar 19 persen, artinya sudah ada kegiatan dilapangan yang selesai tetapi belum terbayarkan. Sebabnya, masih ada kelengkapan administrasi yang belum selesai.
Percepatan itu, kata Malik, dipengaruhi oleh proses administrasi yang masih berproses sampai akhir Maret dan sudah selesai di April.
Total realisasi didominasi oleh sektor belanja langsung. Misalnya, untuk pengadaan barang dan jasa yang yang dilakukan secara langsung, seperti pengadaan kendaraan, dan beberapa pekerjaan skala kecil.
Jika melihat realisasi triwulan pertama itu, Malik optimis, memasuki triwulan kedua kinerja APBD pemprov bisa lebih maksimal untuk mengejar serapan anggaran sesuai target yang ditentukan.
Apalagi, kata dia, untuk beberapa proyek yang menggunakan anggaran besar saat ini sudah ada mulai jalan, dan ada pula yang masih proses tender.
Khusus soal sorotan Presiden RI Joko Widodo terkait tingginya dana APBD daerah banyak yang mengendap di bank selama periode Januari-Maret, Malik hanya mengaku bahwa itu merupakan akumulasi yang disampaikan pemerintah pusat.
Kendati begitu, Malik mengatakan, penyebab adanya uang yang tinggal karena ada banyak faktor, salah satunya karena masalah komitmen efesiensi anggaran.
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo sebelumnya mengatakan, saat ini semua proses lelang kegiatan sudah sementara berjalan. Prosesnya sebenarnya sedikit lambat lantaran tidak semua petunjuk teknis soal proyek tersebut besar keluar di awal tahun.
Dia menegaskan, proses lelang sudah jalan. Minimal semua on posisi. Apalagi diawal tahun tidak semua petunjuk teknis sudah keluar. Karena jangan sampai lelang itu arahnya berbeda dengan petunjuk teknis.
Menurutnya, sulit melakukan proses lelang lebih awal jika petunjuk teknis saja belum keluar. (rhm/war)
Program Fisik di Sulsel Masih Lamban
×

