MAMUJU, BKM — Komandan Kodim 1418 Mamuju, Letkol Arhanud M Imran memimpin upacara Hari Kesadaran Nasional yang berlangsung di halaman kantor bupati Mamuju, Jalan Soekarno Hatta, Senin (18/4). Dalam sambutannya, Letkol M Imran menyampaikan, upacara gabungan yang digelar Pemerintah Kabupaten Mamuju bersama TNI dan Polri untuk kedua kalinya tersebut dianggap lebih tertib dibanding upacara hari kesadaran nasional sebelumnya. Ia pun mengimbau agar ketertiban tersebut terus ditingkatkan.
Dalam kesempatan tersebut, Dandim menyebut beberapa hal yang akan mengancam masa depan ibu Pertiwi. Menurutnya, ada pihak-pihak yang tidak menginginkan Indonesia maju dengan merusak generasi (lost generation). Dengan status Indonesia yang merupakan salah satu negara berpenduduk terpadat di dunia, dianggap sebagai pangsa pasar yang bagus bagi para pelaku bisnis. Apalagi, gaya hidup masyarakat Indonesia yang dikenal konsumtif.
”Sekitar 15 atau 20 tahun ke depan, ada beberapa pihak yang menginginkan Indonesia hancur dan lost generation atau hilang generasinya,” tutur Imran.
Ia menyebutkan, generasi Indonesia tidak hanya dihantam melalui budaya. Tetapi lebih menakutkan Narkoba yang disuguhkan dengan berbagai cara. Sasaran utamanya bagi generasi-generasi usia sekolah yang notabene akan menjadi pemimpin dimasa mendatang. Untuk itu, Imran mengimbau kepada peserta upacara agar senantiasa menjaga keluarga dari ancaman barang haram tersebut.
Menyinggung masalah program Mamuju Mapaccing, Dandim kembali mengajak untuk terus mendukung program tersebut dengan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ia pun mengaku sangat mengapresiasi program tersebut dan siap mendukung. Upacara tersebut juga dihadiri Wakapolres Mamuju, Kompol Andri, pejabat eselon II beserta seluruh kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Mamuju. (ala/mir/c)
Ada Pihak Ingin Indonesia Hancur
×

